Heboh, Gegara Ngambek Ikon Liga Arab Bakal Diganti, Bukan Lagi Cristiano Ronaldo Tapi Mohamed Salah?
- Istimewa
Siap –Masa depan Cristiano Ronaldo di Al Nassr dan Liga Arab Saudi tengah berada di ujung tanduk pasalnya, sang mega binta asal Portugal itu absen dua kali secara beruntun dalam pertandingan klub.
Diketahui sebelumnya, Cristiano Ronaldo disebut sebut melakukan hal tersebut lantaran protes terhadap kebikan Public Investment Fund (PIF) yang dianggap memihak klub rival seperti Al Hilal.
Cristiano Ronaldo kecewa dengan transfer gratis Karim Benzema dari Al Ittihad ke Al Hilal, yang dinilai merugikan Al Nassr dalam perburuan gelar.
Bahkan ketidakpuasan ini diperparah karena PIF merupakan pemegang saham mayoritas di sejumlah klub besar Arab Saudi, termasuk Al Hilal, Al Nassr, Al Ahli, dan Al Ittihad.
Nah kekinian beredar kabar, aksi mogok bermain Cristiano Ronaldo berdampak besar bagi Liga Arab Saudi.
Bahkan media internasional FOX Sport disebut sebut menarik diri dari liputan dan diperkirakan liga Arab bida merugi hingga 2,4 miliar USD atau setara dengan Rp 40 triliun akibat menurunnya minat globat terhadap siaran digital.
Alhasil, jika konflik tersebut tidak segera selesai, Cristiano Ronaldo diprediksi bisa kembali ke Eropa, termasuk kemungkinan kembali ke Sporting CP, untuk mengejar target 1.000 gol dalam kariernya.
Ditengah situasi panas tersebut, mendadak muncul salah satu bintang sepakbola lainnya yakni penyerang Liverpool Mohamed Salah yang digadang gadang bakal mengantikan Cristiano Ronaldo menjadi ikon sepakbola Liga Arab.
Menurut laporan Miror, penyerang Liverpool, Mohamed Salah, menjadi kandidat utama untuk menjadi "wajah baru" liga. Jika menerima tawaran,
Moh Salah diperkirakan akan menerima gaji fantastis sebesar 400.000 pounds per pekan (sekitar Rp9,1 miliar), tiga kali lipat dari penghasilannya di Liverpool, dengan potensi total mencapai 1,2 juta pounds per bulan (sekitar Rp27 miliar).
Rumor ini muncul di tengah ketegangan Salah dengan manajer Liverpool, Arne Slot, termasuk insiden dicadangkan dan kritik terhadap perlakuan klub.
Selain Salah, nama Bruno Fernandes dari Manchester United juga disebut sebagai alternatif menarik.
Kehadiran Salah dipandang sebagai langkah strategis Liga Arab Saudi untuk menjaga daya tarik liga secara global, terutama bagi audiens di negara-negara Muslim.