Nico Paz Menggila, Como Permalukan Lazio di Kandang
- Siap.viva/Getty Images/SS Lazio
Siap – Cesc Fabregas kembali membuktikan kematangannya sebagai pelatih.
Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu sukses membawa Como 1907 menang telak 3-0 atas Lazio pada pekan ke-21 Liga Italia 2025-2026.
Kemenangan ini terasa spesial karena kembali terjadi dalam duel taktik melawan sang guru, Maurizio Sarri.
Bermain di Stadion Olimpico, kandang Lazio, Senin (19/1/2026) atau Selasa dini hari WIB, Como tampil efektif sejak menit awal.
Meski datang dengan modal dua laga tanpa kemenangan di Serie A, I Lariani justru tampil percaya diri dan disiplin.
Hasilnya, dominasi tuan rumah runtuh oleh organisasi permainan rapi ala Fabregas.
Hasil ini juga menegaskan tren positif Fabregas setiap kali berhadapan dengan Sarri.
Setelah musim lalu mencuri perhatian, kali ini sang murid kembali unggul dengan margin meyakinkan, sekaligus memperlihatkan identitas permainan Como yang semakin matang.
Gol Cepat dan Efektivitas Jadi Kunci Como
Laga diawali dengan mengheningkan cipta untuk Rocco Commisso, presiden Fiorentina, yang meninggal dunia pada usia 76 tahun akhir pekan lalu.
Setelah momen tersebut, Como langsung menekan.
Baru sekitar 100 detik pertandingan berjalan, Como sudah unggul 1-0.
Martin Baturina mencetak gol pembuka lewat sepakan kaki kanan di depan gawang setelah menerima umpan Alex Valle di dalam kotak penalti.
Bola sempat membentur pemain bertahan Lazio dan mengecoh Ivan Provedel.
Lazio mencoba merespons.
Peluang datang pada menit ke-14 melalui tembakan jarak jauh Danilo Cataldi, namun masih bisa diamankan Jean Butez.
Momentum itu gagal dimanfaatkan I Biancoceleste.
Sebaliknya, Como kembali menunjukkan efektivitas pada menit ke-24.
Nico Paz mencetak gol kedua usai memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Sapuan kurang sempurna Mario Gila justru jatuh ke kaki Paz yang langsung menyambar bola menjadi gol.
Como sempat mendapat peluang emas menambah keunggulan lewat penalti pada menit ke-35 setelah Maxence Caqueret dilanggar Kenneth Taylor di kotak terlarang.
Namun, eksekusi Nico Paz berhasil digagalkan Provedel.
Meski begitu, kegagalan ini tidak mengganggu kontrol permainan Como.
Hingga turun minum, Como tetap unggul 2-0 dalam laga yang berjalan keras dan sarat emosi.