Jan Olde Riekerink Tekankan Permainan Saat Dewa United Hadapi Persijap Jepara

Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink
Sumber :
  • Siap.viva/Dewa United

SiapDewa United Banten FC menatap laga terakhir putaran pertama Super League 2025/2026 dengan pendekatan yang jelas.

img_title Menang di Kandang Borneo FC, Dewa United Tempati Posisi Pertama Klasemen BRI Super League 2026/27

Bukan sekadar berburu tiga poin, tim berjuluk Banten Warriors itu menekankan pentingnya kualitas permainan saat bertandang ke markas Persijap Jepara.

Pertandingan pekan ke-17 tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin (12/1) malam.

img_title Hasil BRI Super League Hari Ini: Persik Kalahkan Garudayaksa FC, Dewa United Puncaki Klasemen

Laga ini menjadi penutup putaran pertama kompetisi sekaligus momentum penting bagi Dewa United untuk menutup paruh musim dengan kesan positif.

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menegaskan bahwa fokus utama timnya bukan pada tekanan hasil, melainkan pada cara bermain di atas lapangan.

img_title Selain Persija vs Persib, Ini Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Kedua

Menurutnya, permainan yang solid adalah fondasi utama untuk meraih kemenangan secara konsisten.

“Saya pikir dalam momen ini tujuan fokus utama kami adalah fokus ke diri kami sendiri,” ujar Jan Olde Riekerink, dikutip dari laman resmi klub.

Pendekatan ini dinilai relevan mengingat ketatnya persaingan Super League musim ini, di mana konsistensi performa menjadi pembeda utama antar tim papan tengah dan atas.

Belajar dari Laga Sulit Kontra Bhayangkara FC

Laga sebelumnya melawan Bhayangkara FC menjadi bahan evaluasi penting bagi Dewa United.

Dalam pertandingan tersebut, Banten Warriors harus menelan kekalahan 0-1 dalam duel yang berlangsung keras dan penuh dinamika.

Pertandingan itu diwarnai dua kartu merah yang diterima pemain Dewa United.

Wahyu Subo Seto diusir wasit pada menit ke-51, disusul Rafael Struick pada menit 90+7’.

Kondisi tersebut jelas memengaruhi ritme dan struktur permainan tim.

Jan Olde Riekerink mengakui bahwa timnya gagal menjalankan sejumlah prinsip dasar permainan, terutama saat menguasai bola.

Hal itu membuat Dewa United kesulitan mengontrol jalannya pertandingan.

“Menghadapi Bhayangkara adalah laga yang cukup sulit untuk kami. Itu sulit karena kami tidak melakukan beberapa hal fundamental di penguasaan bola kami. Saya pikir karena itulah kami tidak mendominasi permainan,” jelas pelatih asal Belanda tersebut.

Kekalahan itu menjadi pengingat bahwa disiplin dalam menjalankan rencana permainan tidak bisa ditawar, terlebih saat menghadapi tekanan situasional seperti kartu merah atau perubahan tempo lawan.

Halaman Selanjutnya
img_title