Jelang Persib vs Persija, Marc Klok Bicara Gengsi dan Tekanan Klasemen
- Siap.viva/Persib
Siap – Kapten Persib Bandung, Marc Klok, menyambut laga klasik melawan Persija Jakarta dengan emosi yang berbeda.
Bagi gelandang naturalisasi itu, duel akhir pekan ini bukan sekadar pertandingan rutin kompetisi.
Persib akan menjamu Persija pada pekan ke-17 BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026).
Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Bandung, seiring tingginya tensi rivalitas dua tim besar Indonesia.
Klok menegaskan, laga ini menyentuh aspek yang lebih dalam.
Bukan hanya soal strategi atau posisi klasemen, tetapi menyangkut gengsi, identitas, dan harga diri kota di hadapan ribuan Bobotoh.
Bukan Tiga Poin, Tapi Enam Poin
Persaingan ketat di papan atas membuat duel Persib vs Persija memiliki bobot berlipat.
Kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi 35 poin dan berada dalam jalur perebutan gelar juara.
Kondisi tersebut menjadikan pertandingan ini krusial.
Kemenangan bukan hanya memberi tambahan poin, tetapi juga keunggulan psikologis atas rival langsung.
"Kondisi baik, persiapan baik, kita komplet, kita sangat antusias dan lapar, untuk main di match ini," ujar Marc Klok.
Menurutnya, rivalitas membuat laga berjalan di level yang berbeda.
Intensitas tinggi diprediksi terjadi sejak menit pertama.
"Laga ini spesial, ini bukan lagi match untuk klasemen ini match untuk pride, untuk rivalitas, untuk kota ini, dan harga diri," tegasnya.
Klok menilai jarak poin yang sangat rapat membuat hasil akhir berdampak langsung pada peta persaingan juara.
"Tapi kalau lihat klasemennya juga sangat dekat sekarang, kita juga sangat dekat," ucapnya.
Ia bahkan menyebut laga ini memiliki nilai ganda bagi Persib.
"Match ini bukan untuk tiga poin tapi untuk enam poin, ya buat tim ini sangat krusial," lanjut pemain bernomor punggung 23 itu.
Persija Lebih Solid, Ancaman Nyata di Setiap Lini
Meski tampil sebagai tuan rumah, Klok meminta Persib tidak lengah.
Ia menilai Persija musim ini tampil lebih solid dan terorganisasi di bawah arahan Mauricio Souza.
Kehadiran Jordi Amat di lini belakang memberi stabilitas tambahan.
Sementara di depan, duet Allano Brendon dan Maxwell Souza kerap menjadi pembeda.