Bersih-Bersih MU Berlanjut, Era ‘Bomb Squad’ Tetap Tamat
- Siap.viva/AFP/Oli Scarff
Siap – Perubahan di kursi pelatih Manchester United belum tentu membawa perubahan nasib bagi semua pemain.
Meski Ruben Amorim telah dipecat, masa depan para pemain yang masuk dalam kelompok “Bomb Squad” tetap mengarah pada pintu keluar Old Trafford.
Marcus Rashford bersama Jadon Sancho, Rasmus Hojlund, dan Andre Onana dipastikan kecil kemungkinan kembali menjadi bagian dari rencana utama klub.
Keputusan meminjamkan mereka saat era Amorim disebut bukan kebijakan personal sang pelatih, melainkan hasil keputusan struktural manajemen.
“Keputusan ini dipimpin oleh klub, bukan manajer," kata salah satu sumber klub.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa pemecatan Amorim tidak otomatis mengubah arah kebijakan.
Manchester United kini berada dalam fase evaluasi mendalam, bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal budaya ruang ganti dan standar profesionalisme pemain.
Rashford Jadi Simbol Perubahan Arah Klub
Marcus Rashford menjadi nama paling menonjol dalam daftar “Bomb Squad”.
Ia sempat mencetak gol pada laga pertama Ruben Amorim melawan Ipswich Town pada November 2024.
Namun, kepercayaan itu tak bertahan lama.
Rashford kemudian dicoret dari skuad saat laga derbi melawan Manchester City pada bulan berikutnya.
Amorim bahkan secara terbuka mengkritik sikap sang pemain.
Ia menyatakan lebih memilih pelatih kipernya dibandingkan “pemain yang tidak memberikan yang terbaik setiap hari”.
Situasi tersebut menjadi titik balik.
Rashford dipinjamkan ke Aston Villa pada jendela transfer Januari 2025, sebelum akhirnya pindah ke Barcelona pada musim panas.
Saat itu, klub Catalan hanya mampu membelinya dengan nilai sekitar 30 juta poundsterling (Rp 680 miliar).
Di Spanyol, Rashford menemukan kembali performanya.
Ia telah mencetak tujuh gol dan menyumbang delapan assist dari 25 penampilan musim ini.
Meski kembali tajam, pintu Old Trafford disebut sudah tertutup baginya.
Keputusan itu diyakini tidak bergantung pada siapa pelatihnya.
Para pejabat senior klub disebut sepakat bahwa perubahan budaya harus dilakukan, bahkan jika itu berarti melepas pemain berprofil besar.
Sancho, Hojlund, dan Jalan Berbeda dari Old Trafford
Jadon Sancho juga berada di jalur yang sama.