Mengenal Danilson Soares, Pemain Muda yang Tolak Bela Tim Piala Dunia Demi Gabung Timnas Indonesia

Danilson Soares Silva ingin bela Timnas Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Satu lagi pemain muda kelas Eropa yang mengaku ingin bergabung dengan Timnas Indonesia. Sosok tersebut adalah Danilson Soares Silva.

img_title Klasemen Runner-up Terbaik Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Australia Terancam Gak Lolos

Ia merupakan pemain gelandang tengah untuk Liga Gibraltar bersama klub Bruno’s Magpies

Danilson Soares mengungkapkan keinginannya untuk membela skuad Garuda karena dirinya memiliki darah keturunan Indonesia. 

img_title Bagan Coppa Italia 2026/27: Como 1907 Sudah Temukan Lawan di Babak 16 Besar, Tinggal Inter dan Napoli Tunggu Penantang

Dikutip dari laman Instagram @lintasgaruda, kadang kabar baik datang justru dari tempat yang tak banyak orang lihat. 

Saat publik sepak bola Indonesia masih sibuk membicarakan calon pelatih baru Timnas, John Herdman, tiba-tiba muncul sebuah cerita yang membuat para pendukung Garuda mengangkat alis lalu tersenyum.

img_title Hasil BRI Super League 2026/27 Kemarin: Dua Tim Promosi PSS Sleman dan Isenmulang Tumbang

Namanya Danilson Soares Silva. Usianya baru 23 tahun, berdarah campuran Belanda, Cape Verde, dan Indonesia.

Nah yang paling mengejutkan, ia terang-terangan ingin membela Timnas Indonesia. Bukan sekadar wacana, bukan sekadar “lagi viral”. 

Komitmennya bahkan disebut sampai tahap yang bikin orang terdiam.

Danilson rela menolak tawaran Timnas Cape Verde yang diproyeksikan tampil di Piala Dunia 2026 demi menunggu kesempatan berseragam Merah Putih.

Saat ini, Danilson bermain di kasta tertinggi Liga Gibraltar bersama klub Bruno’s Magpies, sejak bergabung pada 29 November 2025.

Bukan liga yang sering kita dengar, tapi justru di sanalah cerita ini semakin menarik.

Karena dari lapangan yang jauh dari sorotan, Danilson justru menatap satu tujuan, Timnas Indonesia.

Danilson lahir di Belanda pada 6 Maret 2002. Namun akar Indonesianya kuat, bukan “katanya”, bukan “masih dicari”.

Darah Nusantara mengalir jelas lewat neneknya yang lahir di Bandung, Jawa Barat.

Latar belakang ini mengingatkan kita pada kisah-kisah naturalisasi lain seperti Ole Romeny dan Maarten Paes.

Ada benang merah, sejarah keluarga dan pilihan hati.

Danilson bahkan seperti sedang mengetuk pintu PSSI dengan cara yang sangat halus, tapi tegas.

“Saya berharap PSSI mengontak saya di masa yang akan datang. Semua pertandingan saya disiarkan langsung. PSSI bisa menyaksikan saya," katanya.

Danilson tidak datang dengan sikap merendah berlebihan. Ia datang dengan keyakinan, dan mungkin itulah yang dibutuhkan Timnas.

“Dengan kualitas saya, saya pikir bisa memberikan kontribusi positif bagi Timnas Indonesia.”

Halaman Selanjutnya
img_title