Bukan Nama Sembarangan, Ini 4 Fakta John Herdman Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
- Siap.viva/Toronto FC
Siap – Nama John Herdman semakin santer dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia.
Sosok asal Inggris itu disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk memimpin skuad Garuda pada fase baru pembangunan tim nasional.
Isu ini menguat setelah sejumlah media internasional, termasuk Sky Sports, melaporkan bahwa Herdman menjadi target serius federasi sepak bola Indonesia.
Di saat yang sama, ia dikabarkan menolak beberapa tawaran dari negara lain demi menunggu proyek yang dianggap tepat.
Bagi publik sepak bola nasional, nama Herdman bukan figur sembarangan.
Ia adalah pelatih yang pernah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Rekam jejak itu membuat wacana penunjukannya dinilai masuk akal, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini.
Lalu, apa saja fakta penting yang membuat John Herdman dianggap ideal?
Berikut ulasan lengkapnya.
1. Rekam Jejak Piala Dunia dan Pengalaman Timnas
John Herdman lahir di Consett, Inggris, pada 19 Juli 1975.
Di usia 50 tahun, ia telah mengantongi pengalaman panjang di level tim nasional, sesuatu yang krusial untuk menangani Timnas Indonesia.
Menariknya, Herdman bukan mantan pesepak bola profesional.
Kariernya dibangun sepenuhnya dari jalur kepelatihan.
Ia memulai kiprah internasional bersama Timnas Putri Selandia Baru pada 2006–2011, lalu melanjutkan ke Timnas Putri Kanada pada 2011–2018.
Puncak kariernya datang saat dipercaya menangani Timnas Putra Kanada pada 2018–2023.
Dalam periode itu, Herdman mencatatkan 36 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 15 kekalahan.
Prestasi terbesarnya adalah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian selama lebih dari tiga dekade.
Meski Kanada tersingkir di fase grup, pencapaian tersebut tetap menjadi tonggak sejarah.
Herdman berhasil mengubah Kanada dari tim biasa menjadi kekuatan baru di zona CONCACAF.
2. Fleksibilitas Taktik dan Pengelolaan Pemain
Salah satu kekuatan utama John Herdman terletak pada fleksibilitas taktik.
Ia tidak terikat pada satu formasi baku.
Pendekatan permainan selalu disesuaikan dengan karakter pemain dan lawan yang dihadapi.
Saat Kanada memasuki generasi emas dengan pemain seperti Alphonso Davies, Jonathan David, dan Tajon Buchanan, Herdman kerap menggunakan formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1.