Nasib Alexander Isak di Liverpool Diujung Tanduk?
- Istimewa
Siap –Striker Liverpool yang diboyong dari Newcastle United ke Anfield dengan harga yang fantastis di bursa transfer lalu yakni Alexander Isak kini berada diujung tanduk.
Pasalnya, meski didatangkan dengan biaya fantastis mencapai 130 juta pounds, tapi performanya jauh dari prediksi hingga dipertanyakan oleh manajemen klub.
Alexander Isak diketahui baru mencetak dua gol di musim 2025-2026, angka tersebut sangat berbanding terbalik dengan statistiknya saat di Newcastle United.
Sontak hal tersebut mengundang reaksi berbagai pihak, salah satunya legenda Liverpool Dietmar Hamann.
Sang legenda hingga memberikan prediksi yang cukup suram. Ia menyebut sang striker bisa saja dijual pada akhir musim nanti.
Statistik Isak merosot tajam sejak memaksakan kepindahannya dari St James' Park.
Padahal, ia sukses mencetak 48 gol dalam dua musim terakhirnya di sana.
Sekarang, ia terlihat kesulitan menemukan ketajaman di depan gawang lawan.
Satu dari dua golnya musim ini bahkan hanya dicetak ke gawang tim divisi dua, Southampton.
Liverpool diprediksi bakal kehabisan kesabaran jika situasi ini tak segera berubah. Diskusi soal penjualan pemain pun mulai mencuat ke permukaan.
"Jika keadaan tidak membaik untuk Alexander Isak pada bulan Maret atau April, Liverpool mungkin akan berdiskusi untuk menjualnya ke klub seperti Barcelona di musim panas," ujar Didi Hamann seperti dikutip The Mag.
Posisi Isak sebagai ujung tombak utama The Reds kini terancam serius.
Hugo Ekitike justru tampil moncer dan langsung nyetel dengan permainan tim.
Ekitike tercatat sudah mengemas sepuluh gol sejauh ini.
Isak mungkin terpaksa harus rela digeser posisinya jika ingin tetap mendapatkan menit bermain.
Hamann menilai performa Ekitike menjadi faktor kunci nasib Isak.
Jika tren ini berlanjut, Isak tak lagi menjadi opsi nomor satu di lini depan.
"Jika striker Prancis itu (Ekitike) melanjutkan performa hebatnya, maka dia akan menjadi penyerang tengah Liverpool," analisis Hamann
"Untuk mendapatkan waktu bermain reguler, Isak terpaksa harus menerima bahwa dia harus bermain melebar, bukan menjadi pemain utama," tambahnya.
Menjual Isak tentu bukan perkara mudah bagi manajemen Liverpool. Gaji tinggi senilai 10 juta pounds per tahun menjadi kendala besar bagi klub peminat. Meski demikian, Hamann tetap optimistis soal nilai jual sang pemain.