Jordi Amat Ingatkan PSSI Tak Gegabah Pilih Pelatih Timnas Indonesia di Momen Krusial
- Istimewa
Siap – Di tengah derasnya spekulasi soal calon pelatih baru Timnas Indonesia, suara berbeda datang dari dalam tim.
Bek senior Jordi Amat memilih berbicara tenang, namun tegas.
Ia mengingatkan PSSI agar tidak gegabah dalam menentukan sosok pelatih di momen yang ia sebut sangat krusial.
Pernyataan itu terasa relevan.
Timnas Indonesia sedang berada di persimpangan penting.
Target jangka menengah sudah di depan mata, sementara mimpi besar jangka panjang terus digaungkan.
Dalam situasi seperti ini, satu keputusan bisa berdampak panjang, bukan hanya pada hasil pertandingan.
Akan tetapi juga arah pembangunan tim nasional.
Jordi Amat mengaku mengetahui rumor yang beredar, termasuk munculnya nama John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst.
Namun, ia menegaskan bahwa semua itu masih sebatas spekulasi.
Yang terpenting baginya bukan siapa pelatihnya, melainkan bagaimana proses pengambilan keputusan tersebut dilakukan.
Momen Krusial Timnas Indonesia, Bukan Sekadar Ganti Pelatih
Bagi Jordi Amat, pergantian pelatih bukan urusan sederhana.
Ia menilai Timnas Indonesia sedang memasuki fase penting yang menuntut kehati-hatian ekstra dari federasi.
"Saya harap ada keputusan yang terbaik untuk Timnas Indonesia," ujar Jordi Amat kepada awak media di Sawangan, Kamis (18/12/2025).
"Ya, ini momen yang penting. Kami harus kembali ke jalur persiapan Piala Asia 2027," ucapnya.
Ucapan tersebut singkat, namun sarat makna.
Fokus utama Timnas Indonesia saat ini adalah kembali membangun fondasi tim yang solid.
Bukan hanya untuk satu turnamen, tetapi untuk kesinambungan prestasi.
Sebagai pemain senior, Jordi memahami betul dinamika di ruang ganti.
Ia melihat potensi besar dalam Skuad Garuda.
Karena itu, ia berharap pelatih yang dipilih nanti mampu mengelola potensi tersebut dengan tepat.
"Ya, mari berharap ini akan menjadi pilihan yang baik untuk Timnas Indonesia. Karena seperti yang saya katakan sebelumnya, ada masa depan yang cerah untuk Indonesia," kata Jordi.
Ia juga menyinggung target besar PSSI untuk lolos ke Piala Dunia 2030.
Namun, Jordi memilih bersikap realistis.
Menurutnya, mimpi besar tidak boleh dikejar dengan langkah instan.