Cesc Fabregas Buka Suara soal Morata Minta Diganti dan Paceklik Gol di Como

Fabregas bela Morata di Como
Sumber :
  • Siap.viva/Qui Como

Siap – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, akhirnya menanggapi aksi Alvaro Morata yang meminta diganti dalam laga kontra Cagliari dan paceklik gol panjang yang dialaminya.

img_title Dulu Kuda Hitam, Kini Como 1907 Semakin Bikin Tim Besar Cemas

Fabregas menegaskan bahwa situasi tersebut bukan masalah besar dan meminta publik untuk bersabar menunggu kebangkitan eks striker AC Milan itu.

Pertandingan Como vs Cagliari di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (8/11/2025), berlangsung sengit.

img_title Como 1907 Makin Menggila, Pelatih AS Roma Sampai Ikut Waspada

Como tampil dominan dengan penguasaan bola dan peluang lebih banyak, namun laga tetap berakhir tanpa gol.

Selain kehilangan dua poin, kejadian menarik terjadi di babak kedua saat Morata tiba-tiba meminta diganti pada menit ke-63.

img_title Ucapan Totti Terbukti, Como Kembali Bungkam Lawan, Kali Ini Korbannya Parma

Alih-alih menambah ancaman di lini depan, Morata justru menerima kartu kuning karena mendorong bek Cagliari, Yerry Mina.

Aksi provokatif lawan membuat striker Spanyol itu frustrasi.

Ia hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran sebelum digantikan Anastasios Douvikas.

Fabregas Tenangkan Situasi di Ruang Ganti

Usai laga, Cesc Fabregas menjawab pertanyaan wartawan soal tindakan Morata yang meminta keluar.

Ia menegaskan hal itu merupakan keputusan spontan di lapangan dan tidak menimbulkan masalah internal.

“Pertama-tama, dalam sepak bola, Anda melihat segalanya,” ujar Fabregas dikutip dari Tuttomercatoweb.

“Saya berbicara dengan Smolcic, saya menyuruhnya melakukan tekanan terakhir sebelum Douvikas masuk.”

“Saya membela pemain saya; jika ada yang perlu dibicarakan, itu diselesaikan secara internal,” tambahnya.

“Namun, tidak ada yang perlu dibicarakan. Mina? Saya lebih memilih tidak membicarakan pemain seperti itu; wasitlah yang seharusnya melakukannya.”

Paceklik Gol Morata Masih Berlanjut

Morata kini sudah gagal mencetak gol dalam 11 pertandingan terakhir di Serie A.

Padahal, ia sempat memiliki peluang membuka kran gol saat menghadapi Napoli, namun eksekusi penaltinya gagal.

Cesc Fabregas memahami tekanan besar yang dirasakan Morata.

Ia menilai sang striker hanya butuh waktu dan ritme permainan untuk kembali tajam.

“Baturina melakukan umpan tambahan, kami perlu lebih banyak peluang untuk mencetak gol,” kata Fabregas.

“Kami harus memahami cara mencetak gol dan cara menempatkan diri tanpa harus mengada-ada.”

“Kami perlu memperbaiki timing, tapi beberapa pemain muda juga perlu memahami momen-momen tersebut.”

Halaman Selanjutnya
img_title