Aurelien Tchouameni Tumbang, Xabi Alonso Putar Otak Hadapi Jadwal Padat
- Siap.viva/Getty Images/Maria Gracia Jimenez
Siap – Real Madrid mendapat pukulan jelang pekan sibuk.
Gelandang jangkar Aurelien Tchouameni dipastikan absen tiga minggu akibat cedera hamstring.
Klub mengonfirmasi diagnosis itu setelah pemeriksaan medis.
Dalam pernyataan resmi, Real Madrid menyebut, “Setelah tes yang dilakukan hari ini terhadap pemain kami Aurelien Tchouameni oleh Layanan Medis Real Madrid, ia telah didiagnosis mengalami cedera otot semitendinosus di paha kirinya. Pemulihannya akan dipantau.”
Tchouameni mengalami cedera setelah tampil penuh melawan Liverpool di Liga Champions pada Rabu (5/11).
Madrid kalah 0-1 di laga itu.
Namun, cedera baru diketahui setelah pemeriksaan pasca-pertandingan.
Absennya gelandang Prancis ini memaksa pelatih Xabi Alonso melakukan penyesuaian cepat.
Alonso kehilangan pemain kunci dalam skema bertahan.
Tchouameni selama ini berperan menyaring serangan lawan dan memulai transisi ke lini serang.
Tanpa Tchouameni, Alonso kemungkinan besar akan mengandalkan Eduardo Camavinga sebagai jangkar sementara.
Pilihan itu mengubah keseimbangan tim.
Produktivitas serangan dan stabilitas pertahanan bisa terdampak.
Real Madrid dipastikan tanpa Tchouameni di laga La Liga kontra Rayo Vallecano dan Elche.
Kedua pertandingan penting ini membutuhkan rotasi pemain.
Pada saat bersamaan, Los Blancos menargetkan kebangkitan di kompetisi domestik.
Kabar baiknya, pemulihan Tchouameni diperkirakan berjalan cukup cepat.
Klub optimistis ia bisa kembali sebelum laga Liga Champions melawan Olympiakos pada 26 November 2025.
Namun, kepastian masih bergantung pada respons pemulihan.
Cedera ini juga membawa konsekuensi bagi Timnas Prancis.
Tchouameni telah melewatkan satu pertandingan internasional karena skorsing pada putaran kualifikasi Piala Dunia.
Kini ia akan absen lebih lama dan memaksa Didier Deschamps memanggil opsi lain di lini tengah.
Musim ini Madrid memang menghadapi masalah cedera berulang.
Sebelumnya beberapa pemain penting sempat absen.
Kedalaman skuad menjadi faktor penentu agar performa tidak goyah.
Alonso kini dituntut menunjukkan kemampuan manajerial dalam rotasi.
Ancelotti pernah menghadapi situasi serupa di musim lalu.
Kali ini tugas itu ada di pundak Alonso.
Pelatih asal Spanyol itu harus menyeimbangkan tuntutan menang dan beban fisik pemain.
Jadwal padat di La Liga dan Liga Champions memberi sedikit ruang manuver.