Drama El Clasico: Vinicius Junior Akhirnya Minta Maaf, Tapi Xabi Alonso ...

Vinicius Junior abaikan Xabi Alonso
Sumber :
  • Siap.viva/AFP/Oscar Del Pozo

Siap – Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, akhirnya buka suara soal amarahnya di laga El Clasico melawan Barcelona akhir pekan lalu.

img_title Rekap Hasil dan Klasemen Liga Champions Eropa 2026/27: AS Roma dan Napoli Petik Tiga Poin Perdana

Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka.

Namun, menariknya Vinicius sama sekali tidak menyebut nama sang pelatih, Xabi Alonso.

img_title Drama 6 Gol PSG vs Barcelona: Begini Reaksi Luis Enrique usai Les Parisiens Kuasai Puncak Klasemen UCL

Sikap ini langsung memunculkan spekulasi baru bahwa hubungan antara Vinicius dan Alonso tengah memburuk.

Beberapa laporan bahkan menyebut suasana ruang ganti Real Madrid kini tidak sehangat sebelumnya.

img_title Como 1907 dan Man Utd Duel di Laga Ketiga Liga Champions Eropa 2026/27

Vinicius sempat menjadi sorotan setelah marah besar ketika ditarik keluar di babak kedua El Clasico.

Kamera televisi menangkap momen ketika pemain asal Brasil itu berteriak keras, “Selalu aku! Aku keluar dari tim! Lebih baik aku pergi!” sebelum meninggalkan lapangan.

Pernyataan emosional itu langsung memicu rumor bahwa Vinicius berencana meninggalkan Real Madrid.

Namun, sang pemain mencoba menenangkan situasi lewat unggahan di media sosial.

“Hari ini saya ingin meminta maaf kepada semua Madridista atas reaksi saya ketika digantikan di El Clasico,” tulis Vinicius di akun X miliknya, Rabu (29/10/2025).

“Seperti yang sudah saya lakukan secara langsung dalam sesi latihan hari ini, saya juga ingin kembali meminta maaf kepada rekan setim, klub, dan presiden,” lanjutnya.

“Terkadang emosi saya menguasai diri karena saya selalu ingin menang dan membantu tim. Sifat kompetitif saya berasal dari cinta yang saya rasakan terhadap klub ini dan semua yang diwakilinya. Saya berjanji akan terus berjuang setiap detik demi kebaikan Real Madrid, seperti yang telah saya lakukan sejak hari pertama,” tutup Vinicius.

Menariknya, dalam seluruh pernyataan panjang tersebut, Vinicius sama sekali tidak menyebut nama Xabi Alonso — pelatih yang menggantikannya di tengah laga panas itu.

Banyak penggemar menilai, ini bukan kebetulan.

Menurut laporan The Athletic, sejumlah pemain Real Madrid memang mulai merasa frustrasi dengan gaya kepemimpinan Alonso.

Beberapa di antaranya menilai sang pelatih terlalu kaku, terlalu mengontrol, dan sulit diajak komunikasi terbuka.

Meski Alonso pernah menjadi anak asuh Carlo Ancelotti, gaya kepelatihannya disebut sangat berbeda.

Jika Ancelotti dikenal lembut dan memberi kebebasan pemain berkreasi, Alonso justru menerapkan sistem yang disiplin dan minim kompromi.

Halaman Selanjutnya
img_title