Ketika Marselino Buktikan Kluivert 100 Persen Keliru Mencoretnya dari Timnas Indonesia
- YouTube CERITA BOLA
Siap – Gelandang muda Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan sukses mengawali debut perdananya dengan tampilan yang cukup ciamik saat membela AS Trencin kontra MFK Skalica di Liga Slovakia pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Lantas seperti apa aksi Marselino Ferdinan saat berlaga di klub barunya tersebut? Benarkah ini sekaligus menjadi ajang pembuktian terhadap Patrick Kluivert?
Disitat dari kanal YouTube CERITA BOLA, pertandingan yang berlangsung di Stadion Sihot Trencin itu menjadi momen bersejarah bagi pemain berusia 21 tahun tersebut.
Karena untuk pertama kalinya ia masuk skuad utama dan langsung mendapatkan kesempatan tampil.
Kehadirannya di tim asuhan Ricardo Moniz, pelatih berkebangsaan Belanda yang memiliki darah keturunan Indonesia ini menandai awal baru perjalanan karir Lino di Eropa.
Itu terjadi setelah beberapa waktu terakhir ia sempat menepi dari sorotan publik sepak bola Indonesia.
Marselino sejatinya baru tiba di Slovakia pada awal pekan, dan langsung mengikuti sesi latihan bersama dengan tim.
Tak ingin buang waktu, gelandang kebanggaan Timnas Indonesia itu langsung menunjukkan semangat serta adaptasi yang cepat terhadap gaya permainan klub barunya.
Hanya dalam waktu kurang dari 1 minggu, penampilannya di sesi latihan membuat pelatih Moniz terkesan, sehingga memberinya kesempatan bergabung dalam daftar susunan pemain menghadapi Skalika.
Keputusan tersebut terbukti tepat, karena kehadiran Marselino memberikan warna baru dalam permainan AS Trencin, terutama di lini tengah yang membutuhkan kreativitas dan mobilitas.
Marselino Pemecah Kebuntuan
Pertandingan antara Trencin vs Skalica berjalan cukup ketat sejak awal.
AS Trencin mendominasi penguasaan bola di babak pertama, namun belum mampu mencetak gol hingga turun minum.
Marselino yang duduk di bangku cadangan tampak memperhatikan alur permainan dengan penuh fokus.
Memasuki babak kedua, Moniz akhirnya memasukkan Marselino untuk menggantikan Dylann Kam.
Begitu menginjakkan kaki di lapangan, pemain bernomor punggung tujuh itu langsung memperlihatkan ciri khasnya.
Tenang dalam penguasaan bola, piawai melakukan kombinasi umpan pendek, dan berani melakukan penetrasi ke area berbahaya lawan.
Namun pada menit ke-72, tim tuan rumah justru harus kebobolan lebih dulu.