Erick Thohir Buka Suara soal Pemecatan Patrick Kluivert: PSSI Punya Target Baru!
- Siap.viva/ANTARA FOTO/Rauf Adipati
Siap – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya berbicara soal pemutusan kontrak Patrick Kluivert.
Ia menegaskan, keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi besar usai kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.
PSSI dan Kluivert sepakat mengakhiri kerja sama lebih awal setelah Timnas menelan dua kekalahan beruntun di putaran keempat kualifikasi zona Asia.
Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan takluk 0-1 dari Irak.
Hasil tersebut membuat Garuda finis di peringkat ketiga grup, sehingga peluang lolos otomatis tertutup.
Padahal, hanya juara grup yang berhak langsung ke Piala Dunia 2026, sementara runner-up masih bisa berjuang lewat babak kelima dan playoff antarkonfederasi.
Ucapan Terima Kasih untuk Patrick Kluivert
Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Kluivert dan seluruh staf pelatih atas dedikasi mereka selama hampir setahun.
“Terima kasih atas kontribusi yang sudah diberikan Coach Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan selama hampir 12 bulan untuk PSSI & Timnas Indonesia,” tulis Erick di akun Instagram.
“Dengan penuh rasa hormat, PSSI dan Coach Patrick & Tim Kepelatihan sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini.”
Sejak ditunjuk pada Januari 2025, Kluivert memimpin Timnas Indonesia dalam delapan laga.
Dari jumlah itu, ia mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan, termasuk dua kekalahan terakhir yang menentukan nasib Indonesia di kualifikasi.
“Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dan berjuang bersama untuk Merah Putih,” tulis Erick.
“Terima kasih juga untuk seluruh suporter, pemain, keluarga, dan ofisial yang sudah berjuang dan memberikan dukungan untuk Timnas Indonesia yang bisa melaju hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang merupakan sejarah dalam dunia sepak bola Indonesia.”
Fokus Baru: Ranking FIFA dan Piala Dunia 2030
Setelah pemecatan Kluivert, PSSI langsung memetakan arah baru pembinaan Timnas.
Erick menyebut evaluasi menyeluruh sedang dilakukan, termasuk penetapan target jangka menengah dan panjang.
“Kita akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia berikutnya untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030,” tegasnya.