Omongan Mourinho soal Dele Alli Terbukti, Dulu Bak Bintang Kini Terbuang, Como Nyerah?
- Istimewa
Siap – Dele Alli pemain yang sempat digadang-gadang bakal menjadi bintang Eropa nampaknya bakal menemui nasib buntu. Como dikabarkan bakal melepasnya musim ini.
Lantas apa yang membuat Dele Alli menjadi pemain terbuang setelah sempat dipercaya Como milik Bos Djarum?
Dilansir dari kanal YouTube Starting Eleven Momen, Dele Alli tumbuh dan berkembang dari Akademi Milton Keynes Dons, sebuah klub Inggris yang saat ini berkompetisi di kasta keempat Inggris atau League 2.
Debutnya terjadi ketika usia masih 16 tahun. Alli muda langsung mencuri perhatian selama tiga musim berkostum Milton Keynes (MK) Dons.
Itu jadi momen di mana Alli menarik minat sejumlah klub raksasa di kasta tertinggi.
Pada tahun 2015, Tottenham Hotspur yang kala itu ditangani Maurusio Pochetino berani menebus Alli yang baru berusia 18 tahun.
Setelah dipinjamkan kembali selama semusim ke MK Dons, Alli lantas melakoni debut yang luar biasa bersama Hotspur.
Performanya menarik perhatian banyak orang, apalagi Alli saat itu masih berusia 19 tahun.
Kala itu, Alli dikenal sebagai gelandang serang yang cair, dinamis, dan cepat.
Rafael van der Vaart bahkan sempat memuji kepiawaian Alli di atas lapangan.
Alli sukses menyabut gelar BFA Young Player of The Year dua kali beruntun, yakni pada musim 2015-2016 serta 2016-2017.
Gaya bermain Alli yang mengesankan terutama untuk pemain yang masih sangat mudah banyak menuai pujian.
Mauricio Pochettino yang kala itu menjabat sebagai manager Hotspur mengatakan, Alli adalah pemain yang mengerikan ketika dipasang sebagai second striker.
Sementara ketika dipasang sebagai gelandang serang, Alli adalah pemain yang punya kemampuan playmaking merepotkan pertahanan lawan.
Performa luar biasanya di klub ditunjang dengan penampilan impresif di level internasional.
Alli memulai debutnya untuk Timnas Inggris pada 17 November 2015.
Sejak itu, ia secara rutin mendapat panggilan dari Timnas Inggris.
Alli juga menjadi bagian penting skuad Tiga Singa yang sukses melangkah ke semifinal Piala Dunia pertama dalam 28 tahun, tepatnya edisi Piala Dunia Rusia 2018.
Ali saat itu adalah fenomena. Media-media banyak melabelinya sebagai calon bintang besar yang akan bersinar di tahun-tahun mendatang.