Bryan Mbeumo Resmi Berseragam MU, Red Devil Tetap Minim Striker Murni?
- Siap.viva/Twitter/@ManUtd
Siap – Manchester United (MU) memulai musim panas 2025 dengan langkah agresif di bursa transfer.
Klub menggelontorkan dana hingga £127,5 juta hanya untuk memperbaiki lini serang.
Bryan Mbeumo didatangkan dari Brentford dengan nilai £65 juta, menyusul Matheus Cunha dari Wolverhampton.
Namun, langkah ini menimbulkan satu pertanyaan besar: di mana striker murni yang mereka butuhkan?
Statistik musim lalu menunjukkan alarm bahaya.
Manchester United hanya mencetak 44 gol di Premier League, terburuk sejak era 1970-an.
Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee yang seharusnya menjadi tumpuan di lini depan, tak mampu menjawab ekspektasi.
Hojlund hanya menyumbang empat gol, sementara Zirkzee tiga.
Kini, United justru mendatangkan dua pemain yang secara posisi lebih nyaman bermain sebagai penyerang sayap atau gelandang serang.
Baik Mbeumo maupun Cunha dikenal lebih eksplosif saat bermain melebar, bukan sebagai target man atau striker nomor 9 klasik.
Chris Sutton, mantan bintang di Premier League dan kini analis sepak bola, memberikan penilaian tajam.
“Dia bukan pemain murah, tapi harganya sepadan untuk pemain berpengalaman di Premier League,” kata Sutton soal Mbeumo, Senin, 21 Juli 2025.
Namun, ia juga mempertanyakan efektivitas langkah MU.
“Main untuk MU berbeda dengan Brentford. Ekspektasi di sini jauh lebih tinggi,” ujar Sutton lagi.
Mbeumo memang mengemas 20 gol musim lalu, tapi itu baru kali pertama ia mencapai dua digit gol dalam semusim di Premier League.
Apakah performa itu bisa diulang di klub sebesar MU?
Sementara itu, opsi mendatangkan striker murni dengan kualitas top tak semudah dibayangkan.
Ollie Watkins dari Aston Villa dianggap terlalu mahal.
Opsi seperti Dominic Calvert-Lewin dan Jamie Vardy dinilai berisiko tinggi karena faktor cedera dan usia.
“MU harus berpikir ulang. Hojlund belum mendapat peluang maksimal, tapi apakah dia benar-benar striker yang produktif? Itu yang masih diragukan,” tegas Sutton.
Dari sudut taktik, Erik ten Hag kini menghadapi dilema serius.
Tanpa striker murni, skema serangan MU kemungkinan akan mengandalkan kombinasi fluid tiga penyerang seperti Mbeumo, Cunha, dan Rashford, dengan Hojlund atau Zirkzee menjadi pelapis.