Empat Pemain Pengganti Ridho? Timnas Indonesia Siapkan Tembok Baru Hadapi Jepang
- Kolase siap.viva
Siap – Timnas Indonesia kemungkinan besar tidak bisa menurunkan Rizky Ridho dalam laga krusial melawan Jepang di matchday terakhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pertandingan akan digelar di Stadion Suita City, Osaka, Selasa, 10 Juni 2025.
Ridho mengalami cedera hamstring saat sesi latihan resmi, Senin, 9 Juni 2025.
Kapten Persija Jakarta itu mendapat penanganan intensif dari tim medis, namun belum bisa dipastikan tampil atau tidak.
“Ridho mengalami keluhan pada otot hamstring. Kami terus memantau kondisinya,” ujar dokter tim, Alfan Nur Asyhar.
Jika akhirnya Ridho harus absen, pelatih Patrick Kluivert sudah menyiapkan empat pemain alternatif di lini belakang.
1. Mees Hilgers: Favorit Pengganti Utama
Potret Mees Hilgers
- Istimewa
Hilgers menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi Ridho.
Pemain FC Twente itu dikenal punya kemampuan komplet sebagai bek tengah.
Meski masih perlu penyesuaian dalam kerja sama dengan Jay Idzes, Hilgers tetap menjadi pilihan utama berkat pengalaman di Eropa.
2. Kevin Diks: Bek Serba Bisa
Potret Kevin Diks
- Istimewa
Diks biasanya bermain sebagai bek kanan atau gelandang bertahan, namun di FC Copenhagen ia sering diplot sebagai bek tengah.
Kemampuannya dalam membaca permainan bisa dimaksimalkan Kluivert, apalagi Diks belum banyak dimainkan dalam skema inti.
3. Jordi Amat: Pengalaman Jadi Kunci
Pemain naturalisasi Jordi Amat
- Tvone
Di usia 33 tahun, Jordi Amat membawa ketenangan dan kematangan.
Jika dimainkan, Amat bisa mengisi posisi sentral pertahanan.
Idzes akan digeser ke kanan, sedangkan Justin Hubner bisa mengisi sisi kiri pertahanan.
4. Calvin Verdonk: Opsi Tak Terduga dari Sisi Kiri
Calvin Verdonk tak punya sosok ayah sejak lahir
- Istimewa
Verdonk merupakan bek kiri alami, namun juga piawai mengisi posisi bek tengah.
Jika diturunkan di posisi itu, pos bek kiri bisa diisi oleh Dean James, Yance Sayuri, Pratama Arhan, atau Shayne Pattynama.
Patrick Kluivert menghadapi dilema rotasi sekaligus strategi pertahanan untuk meredam kecepatan lini depan Jepang.
Terlepas dari siapa yang dipilih, ujian sesungguhnya ada pada soliditas dan komunikasi lini belakang Garuda.
Laga kontra Jepang memang tidak menentukan bagi klasemen akhir Grup C, karena kedua tim sudah memastikan lolos ke putaran keempat.