Debut Igor Tudor di Juventus, Mampukah Selamatkan Bianconeri?
- Kolase siap.viva
Siap – Juventus memasuki fase krisis di musim ini.
Pergantian pelatih pun dilakukan demi menyelamatkan nasib mereka.
Igor Tudor kini memegang kendali, dan laga debut pelatih asal Kroasia tersebut melawan Genoa akan menjadi ujian pertamanya.
Juventus akan menjamu Genoa pada giornata ke-30 Liga Italia, Minggu (30/3/2025) dini hari di Allianz Stadium.
Tiga poin menjadi harga mati bagi Bianconeri, sekaligus menjadi kesempatan bagi Tudor membuktikan diri sebagai juru penyelamat.
Dengan hanya sembilan pertandingan tersisa, Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Bisakah Igor Tudor mengembalikan kejayaan Juventus?
Thiago Motta gagal memenuhi ekspektasi.
Di semua kompetisi, Juventus justru merosot tajam:
Gagal di Liga Champions setelah disingkirkan PSV di play-off 16 besar.
Tersingkir dari Coppa Italia usai kalah adu penalti dari Empoli di perempat final.
Gugur di Supercoppa Italia, dihentikan AC Milan asuhan Sergio Conceicao di semifinal.
Hancur di Serie A dengan dua kekalahan memalukan dari Atalanta (0-4) dan Fiorentina (0-3).
Rentetan hasil buruk ini membuat manajemen Juventus kehilangan kesabaran.
Thiago Motta akhirnya dipecat, meninggalkan Juventus di peringkat kelima klasemen.
Igor Tudor, Siap Jadi Dewa Penyelamat Juventus?
Debut Igor Tudor, penyelamat Juventus musim ini?
- AFP/Isabella Bonotto
Kini, tugas berat ada di tangan Igor Tudor.
Mantan bek andalan Juventus ini harus membangkitkan tim dalam waktu singkat.
Tudor sendiri memahami tantangan besar yang dihadapinya.
Dalam konferensi pers pertamanya, ia menegaskan komitmennya.
"Saya jelas menganggap diri saya sebagai pelatih. Saya berharap diberi kontrak sepuluh tahun, tapi saya harus membuktikan diri terlebih dahulu," Igor Tudor seperti dikutip dalam wawancara CBS Sports, Sabtu, 29 Maret 2025.
"Kami akan menghadapi laga penting hari ini. Kami terus memotivasi diri sendiri, itulah kehidupan seorang pelatih."
Sebagai pemain, Tudor pernah membela Juventus dalam 174 laga dan mencetak 21 gol.
Ia juga meraih dua gelar Serie A, dua Piala Super Italia, dan satu trofi Intertoto UEFA.
Bahkan, ia turut memperjuangkan Juventus saat klub itu terdegradasi ke Serie B, lalu kembali ke Serie A sebagai juara.