Pastoor Tolak Total Football, Sebut Timnas Indonesia Lebih Cocok Main Catenaccio

Pastoor Pilih Catenaccio, Tolak Total Football untuk Timnas
Sumber :
  • Facebook/Galeri Sepakbola Indonesia Online

Siap Asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, menegaskan bahwa skema Total Football tidak akan diterapkan di skuad Garuda.

Media Vietnam Kaget Korea Selatan Ditaklukan Garuda Muda: Timnas Indonesia Melangkahkan Satu Kaki ke Piala Dunia

Menurut Pastoor, gaya permainan tersebut tidak sesuai dengan karakteristik pemain Indonesia saat ini dan dianggap kurang realistis untuk diterapkan di level internasional.

"Total football membutuhkan pemain-pemain kelas atas yang multiposisi dan memiliki stamina super," ujar Pastoor seperti dikutip dalam.

Ambisi Taklukan Eropa, Bos Djarum Boyong Putra Lokal ke Como 1907: Skuad Timnas Indonesia Tampil di Serie A Italia?

Pernyataan Pastoor turut dibenarkan oleh Denny Landzaat, yang menilai filosofi permainan ofensif ala Belanda tersebut kurang cocok dengan komposisi pemain Timnas Indonesia saat ini.

"Total Football menuntut semua pemain untuk aktif dalam bertahan dan menyerang tanpa henti. Itu sangat sulit jika tim tidak memiliki pemain dengan kualitas individu yang merata di semua lini," tambah Landzaat.

Timnas Indonesia Dikabarkan Uji Coba Lawan Jerman, Era Kluivert Langsung Diuji Raksasa Eropa?

Sebagai gantinya, Pastoor menilai skema Catenaccio — gaya bertahan khas Italia yang menitikberatkan pada kedisiplinan lini belakang dan serangan balik cepat — lebih realistis bagi Timnas Indonesia.

"Skuat Timnas Indonesia saat ini lebih cocok dengan strategi Catenaccio ala Italia," tegas Pastoor.

Catenaccio, yang dikenal dengan pola pertahanan rapat dan penempatan bek ekstra di lini belakang, dinilai mampu memaksimalkan kekuatan Timnas Indonesia dalam mengandalkan disiplin bertahan dan serangan balik cepat.

Tantangan Menerapkan Catenaccio

Meski dianggap cocok, strategi Catenaccio tetap menuntut kerja keras, komunikasi solid, dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Pastoor menyadari bahwa membangun kedisiplinan permainan ini membutuhkan waktu dan proses adaptasi yang tidak singkat.

"Kami harus bekerja keras agar pemain memahami pola permainan ini dengan baik. Kunci utamanya ada di organisasi bertahan yang rapi dan memanfaatkan celah untuk menciptakan peluang serangan," jelas Pastoor.

Dengan laga penting menghadapi Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang semakin dekat, penerapan strategi ini menjadi ujian besar bagi Timnas Indonesia.