Jaga Nico Paz di Como, Anak Buah Bos Djarum Tolak Mahar Fantastis Real Madrid: Kita Tidak Butuh Uang
- YouTube FOOTBALL BES REBORN
Siap – Penampilan gemilang Nico Paz saat berlaga untuk Como FC sukses mencuri perhatian Liga Italia. Bahkan, pemain kesayangan Bos Djarum itu kabarnya mulai dilirik banyak klub Eropa.
Kekinian, beredar rumor bahwa Real Madrid pun akhirnya menyesal lantaran telah membuang Nico dengan harga murah ke Como 1907.
Lantas benarkah Real Madrid berharap sang wonder kid kembali?
Dilansir dari tayangan YouTube FOOTBALL BES REBORN, kegelisahan nampaknya tengah dialami oleh Real Madrid.
Sebab, mantan wonder kid-nya dulu, yakni Nico Paz terbukti bisa tampil memukau saat berlaga di Como FC milik Bos Djarum untuk Serie A Italia.
Los Blancos pun kini mulai mencoba memulangkan permata muda Argentina tersebut.
Namun, jalan Madrid untuk memulangkan sang bocah ajaib ternyata terhalang tembok yang tinggi.
Klub milik Bos Djarum itu memblokir akses Florentino Perez untuk CLBK dengan Nico Paz.
Lantas apa yang membuat Como begitu ngotot untuk mempertahankan Nico dan bagaimana Madrid merespon? Berikut ulasannya.
Tolak Mahar Real Madrid
Seiring berjalannya waktu, Como menyadari bahwa mereka memiliki permata berharga dalam diri Nico Paz.
Klub milik Bos Djarum asal Indonesia ini tak tinggal diam, dan langsung menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankannya dari godaan klub-klub besar, termasuk Real Madrid yang diketahui terus mengawasi perkembangan Nico.
Presiden Como 1907 FC, yakni Mirwan Suarso dengan tegas meminta Madrid untuk menjauhinya.
"Kita ini klub yang tidak butuh uang. Jadi salah satu dinamika yang mengarah ke penjualan permata adalah gugur. Kita bisa berpikir dengan tenang dalam sepak bola. Tidak ada yang bisa berkata tidak, tetapi kita bisa bersikap tenang," tegasnya.
Lebih lanjut anak buah Bos Djarum itu juga menekankan, bahwa saat ini mereka sangat puas dengan kinerja yang ditunjukkan Nico.
Strategi Como Pertahankan Nico
Adapun siasat pertama Como untuk membentengi sang wonder kid adalah menjamin Nico memiliki waktu bermain yang cukup di lapangan, sehingga ia merasa menjadi bagian penting dari tim.
Selain itu, Como juga berusaha membangun ikatan emosional dengan Nico. Mereka mengikutsertakannya dalam berbagai kegiatan komunitas dan promosi, termasuk acara-acara yang mempertemukan pemain dengan para fans.
Langkah ini tak hanya membantu Nico merasa dihargai, tapi juga mendekatkan dirinya dengan para pendukung.
Como sendiri telah menganggap bahwa pemain berusai 20 tahun itu sebagai sosok yang berpotensi menjadi simbol masa depan klub.
Kemudian, dari sisi finansial I Lariani juga mulai bergerak untuk menawarkan perpanjangan kontrak dengan insentif yang menarik.
Yap, dengan memperpanjang masa baktinya, Como berharap Nico merasa nyaman dan bisa melihat klub ini sebagai tempat ideal untuk melanjutkan karirnya.
Kesempatan itu diyakini bakal memberinya ruang untuk terus berkembang tanpa harus berpikir tentang tekanan pindah klub.
Sekaligus memberi sinyal kuat bahwa mereka serius dengan bakatnya.
Tak hannya itu, klub telah memastikan Nico mendapatkan bimbingan dari staf pelatih khusus yang bisa membantu mengasah kemampuannya dalam segi taktik dan fisik, agar ia bisa konsisten bersaing di level tertinggi.
Hal itu dipercaya sebagai sebuah pendekatan yang efektif untuk mempertahankan aset berharga tersebut.