Derita Raphael Varane di Balik Aksi Gantung Sepatu, Endingnya Diselamatkan Como Italia

Raphael Varane anggota dewan klub Como Italia
Sumber :
  • YouTube Cerita Bola Short

Siap – Nama Raphael Varane sempat menjadi pusat perhatian penggemar sepak bola. Namun sayang, kiprahnya sebagai pemain harus berakhir dengan cukup mengenaskan. Ia kini mejadi bagian penting di Como FC Italia.

Wow, Harga Kepten Timnas Indonesia Jay Idzes Setara Kantor Pejabat Padanglawas

Lantas apa yang membuat Raphael Varane terpaksa gantung sepatu alias pensiun dini dari dunia sepak bola?  

Dilansir dari channel YouTube Cerita Bola Short, keputusan Raphael Varane untuk gantung sepatu alias pensiun di usia 31 tahun memang mengejutkan banyak pihak. 

Jadwal Siaran Langsung Premier League Pekan ke-30, Ada Big Match

Namun bagi orang-orang yang dekatnya, keputusan itu bisa jadi dianggap terbaik bagi eks pemain Real Madrid dan Manchester United tersebut. 

Cedera yang menghantui Raphael Varane selama ini menjadi alasan utamanya untuk berhenti dari dunia sepak bola profesional. 

Pemain Argentina Ini Punya Harga Selangit Meski Usianya Baru 17 Tahun, Siapa Dia?

Mengakhiri karir yang telah memberinya banyak gelar, bahkan menyentuh kejayaan tetapi juga banyak penderitaan. 

Hugo Lloris rekan Raphael Varane di Timnas Prancis buka suara merespons keputusan pensiun rekannya itu. 

Lloris menceritakan penderitaan Varane yang tak terungkap sebelum pensiun 

"Ia terus-menerus berjuang melawan tubuhnya," kata Lloris satu di antara rekan setim yang paling mengenal Varane. 

Menurut Lloris, hati Varane telah berjuang keras melawan kemampuan fisik, mengikuti program pembentukan otot, dan pencegahan yang membutuhkan banyak waktu, energi, maupun usaha. 

"Ia terus-menerus berjuang melawan tubuhnya. Ia memacu mesinnya hingga batas maksimal dan itu mengagumkan," ungkap Lloris yang saat ini membela Los Angeles FC di MLS.

Lebih lanjut Lloris mengaku kagum dan salut dengan Raphael Varane yang masih terus berkarir di level tertinggi, meski bergumul cedera. 

Varane tercatat memang pernah membela klub-klub besar seperti Real Madrid dan Manchester United serta membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018. 

Namun nahas, karirnya sebagai pemain berakhir. Itu lantaran cedera lutut dan otot fleksor yang dialaminya.

Peristiwa tersebut terjadi saat ia bermain untuk Como 1907 di Coppa Italia melawan Sampdoria. 

Varane merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri karirnya di puncak. 

"Saya memegang standar tinggi untuk diri saya sendiri, saya ingin pergi dengan kuat bukan sekadar bertahan di permainan," katanya. 

Menurut Varane keputusan ini bukanlah hal yang mudah. 

Namun ia mendengarkan kata hati dan menyadari bahwa hasrat untuk terus bermain tidak sejalan dengan kebutuhan fisik dan mentalnya. 

Salah satu momen yang membuat Varane merasa puas dalam karirnya adalah ketika ia menutup perjalanan di lapangan dengan meraih trofi Piala FA bersama Manchester United di Wembley, Inggris. 

Meski merasa dirinya telah mencapai lebih dari apa yang pernah ia impikan, Varane tetap berpegang pada prinsip untuk selalu tulus dan berusaha meninggalkan setiap klub yang ia bela dalam kondisi lebih baik. 

Bahkan, meski telah pensiun namun Varane belum akan meninggalkan Como 1907. 

Raphael Varane dalam unggahannya mengungkapkan akan tetap berada di Como tetapi dengan peran yang berbeda. 

"Kehidupan baru dimulai di luar lapangan. Saya akan tetap bersama Como, hanya saja tanpa menggunakan sepatu bot dan pelindung tulang kering. Sesuatu yang ingin saya bagikan lebih banyak lagi segera," tulis Varane

Sebagai informasi, Varane saat ini menjabat salah satu anggota dewan klub Como, milik pengusaha asal Indonesia yang dikenal sebagai Bos Djarum, Hartono bersaudara