Pengamat Sepak Bola Senior Kritik Keras Indra Sjafri Gagal Bawa Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia
- Kolase siap.viva
Siap – Kegagalan Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025 menjadi perhatian besar publik, terutama terhadap pelatih Indra Sjafri.
Walaupun mendapatkan dukungan penuh dari PSSI dan fasilitas yang memadai, Garuda Muda terpaksa angkat koper lebih awal dari turnamen bergengsi tersebut.
Performa Timnas U-20 yang jauh dari harapan menimbulkan banyak kritik.
Pengamat sepak bola senior, Mohamad Kusnaeni atau yang akrab disapa Bung Kus, memberikan tanggapan tajam terhadap hasil yang mengecewakan tersebut.
Menurutnya, meski tim telah menjalani persiapan matang dengan Training Camp (TC) di beberapa kota besar Indonesia seperti Bali dan Surabaya, hasil akhirnya tidak sebanding.
"Netizen banyak yang mengkritik. TC-nya sudah panjang, digelar di berbagai tempat, termasuk di Indonesia seperti Bali dan Surabaya. Tapi hasilnya bagaimana?" ujar Bung Kus dalam acara NTV Sport Cast, Jumat (14/2/2025).
Senada dengan Bung Kus, pengamat sepak bola lainnya, Ronny Pangemanan yang dikenal sebagai Bung Ropan, turut memberikan sorotan.
Bung Ropan menilai bahwa Indra Sjafri telah mendapatkan kesempatan yang sangat besar dalam membangun skuad yang kompetitif, namun hasil yang didapatkan tidak mencerminkan kualitas persiapan tersebut.
"Persiapan Timnas U-20 ini tidak sebentar, bukan hanya satu atau dua minggu, tapi berbulan-bulan. Bahkan untuk ke Shenzhen pun disiapkan uji coba dan diberikan kesempatan besar," kata Bung Ropan.
Dengan persiapan yang terbilang matang dan waktu yang cukup lama, kegagalan Timnas Indonesia U-20 untuk melaju lebih jauh di Piala Asia U-20 2025 menimbulkan pertanyaan besar.
Apakah ini hanya masalah teknis dalam strategi atau ada faktor lain yang memengaruhi performa tim?
Pencapaian yang mengecewakan ini tentunya menjadi bahan evaluasi besar bagi PSSI dan Indra Sjafri dalam upaya mereka untuk membawa Timnas Indonesia ke level internasional yang lebih tinggi.
Apakah ke depan akan ada perubahan dalam kepelatihan atau kebijakan strategis untuk meningkatkan performa Garuda Muda?