Update Kondisi Terkini Yaman Digempur Amerika dan Inggris

Kondisi Yaman diserang Amerika Serikat dan Inggris
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Amerika Serikat dan Inggris dilaporkan telah melancarkan agresi militer besar-besaran ke Yaman. Adapun sasaran dua negara besar itu yakni pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran.

img_title Perang Iran Ungkap Fakta yang Selama Ini Dirahasiakan, Ada Apa dengan Stok Senjata AS?

Disitat dari Alzazeera, serangan militer Amerika dan Inggris ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan kelompok tersebut terhadap pelayaran di Laut Merah, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meningkatnya konflik di wilayah tersebut.

Terkait hal tersebut, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memperingatkan bahwa pada pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.

img_title AS Ngos-ngosan Hadapi Perang Iran, Temuan Pentagon Bertolak Belakang dengan Klaim Trump, Nah Loh

Ia mengatakan, bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Houthi terhadap kapal komersial di Laut Merah.

“Serangan yang ditargetkan ini adalah pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat dan mitra kami tidak akan menoleransi serangan terhadap personel kami atau membiarkan pihak yang bermusuhan membahayakan kebebasan navigasi,” tuturnya.

img_title Tak Banyak Diketahui, Begini Operasi Nekat AS di Dalam Wilayah Iran

Sementara itu, kelompok Houthi menyebut bahwa serangan terhadap Yaman adalah hal biadab yang dilakukan Amerika dan Inggris. 

Tidak ada pembenaran bagi serangan ini, dan kelompok mereka akan terus menargetkan kapal-kapal yang menuju Israel.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree mengatakan, ada 73 serangan menghantam lima wilayah Yaman di bawah kendali mereka. 

Agresi militer tersebut menewaskan lima orang dan melukai enam lainnya. Namun dia tidak merinci siapa yang dibunuh.

“Musuh Amerika dan Inggris memikul tanggung jawab penuh atas agresi kriminalnya terhadap rakyat Yaman, dan hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum,” katanya mengingatkan.

Mohammed Abdul-Salam, kepala perunding dan juru bicara Houthi, menggambarkan AS dan Inggris telah melakukan kebodohan dengan agresi berbahaya ini.

“Mereka salah jika mengira akan menghalangi Yaman untuk mendukung Palestina dan Gaza,” tulisnya secara online. 

“Penargetan kelompok ini akan terus mempengaruhi kapal-kapal Israel atau mereka yang menuju pelabuhan Palestina yang diduduki,” tulisnya.