Edan!!, Israel Keukeh Bakal Terus Perang Meski Tanpa Dukungan

Potret ilustrasi perang
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Pernyataan menteri luar negeri Israel Eli Colhen kembali membuat heboh publik lantaran menyebut bahwa pihaknya bakal terus melanjutkan perang di Gaza dengan atau tanpa dukungan Internasional.

img_title Perluas Jangkauan Target, Iran Bidik Pangkalan Amerika di Eropa Jika Perang Berlanjut

Untuk itu, kata Eli Cohen, pihaknya memperingatkan bahwa gencatan senjata pada tahap konflik saat itu akan menjadi hadiah bagi hamas dan memungkinkan mereka kembali ke Gaza.

Padahal, Israel sendiri menghadapi tekanan yang meningkat atas jumlah warga sipil Palestina yang dibunuh oleh militernya di Gaza, dan memburuknya krisis kemanusiaan di sana.

img_title Iran Tak Akan Tunduk, AS Diingatkan soal Medan Perang Baru

Mengutip laporan BBC, Pada Selasa, 12 Desember 2023, Majelis Umum PBB secara mayoritas menyetujui resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera. 

Resolusi tidak mengikat tersebut, yang diajukan oleh Mesir dengan dukungan hampir 100 negara, disahkan dengan 153 suara mendukung.

img_title Perintah Khusus dari Mojtaba Khamenei, Iran Siapkan Langkah di Luar Dugaan

Sepuluh negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Israel dan Austria, memberikan suara menentang resolusi tersebut, sementara 23 negara termasuk Inggris, Jerman, Italia dan Ukraina abstain dalam pemungutan suara.

Sementara itu dalam komentarnya yang paling keras, Presiden AS, Joe Biden, mengatakan Israel kehilangan dukungan di seluruh dunia karena pengeboman tanpa pandang bulu di Gaza.

Keamanan Israel bisa saja bergantung pada Amerika Serikat, namun saat ini Israel memiliki (dukungan) lebih dari Amerika Serikat. Israel memiliki Uni Eropa, memiliki Eropa, dan memiliki sebagian besar wilayah di dunia.

"Tetapi mereka mulai kehilangan dukungan karena pemboman tanpa pandang bulu yang terjadi,” katanya Joe Biden seperti dikutip dari BBC Internasional, Rabu, 13 Desember 2023.

Pertempuran sengit berlanjut di bagian utara dan selatan Gaza pada hari Rabu, sementara hujan lebat memperburuk kondisi ratusan ribu pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat atau di tempat terbuka.

Seorang pejabat senior bantuan PBB juga memperingatkan bahwa wilayah Palestina menghadapi bencana kesehatan masyarakat, karena runtuhnya sistem medis dan penyebaran penyakit menular di tempat penampungan yang penuh sesak.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh kelompok bersenjata Hamas di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, yang menewaskan sedikitnya 1.200 orang – termasuk banyak wanita dan anak-anak – dan sekitar 240 orang disandera.

Halaman Selanjutnya
img_title