Iran Tegaskan Kesiapan Tempur, AS dan Israel Diperingatkan Soal Ini
- Gemini AI
Siap – Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melakukan serangan baru.
Teheran menyatakan telah menyiapkan teknologi militer terbaru yang akan digunakan untuk merespons setiap potensi agresi.
Peringatan tersebut disampaikan juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi.
Ia mengatakan Iran terus meningkatkan kemampuan militernya dan menyiapkan sejumlah kejutan bagi pihak yang dianggap sebagai musuh.
Shekarchi menegaskan, kemampuan tersebut merupakan hasil pengembangan teknologi dan kapasitas tempur Iran yang telah berlangsung sejak perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.
Ia mencontohkan produksi rudal yang mulai dikembangkan Iran selama perang melawan rezim Ba'ath Irak sebagai salah satu bagian dari proses tersebut.
Dilansir dari Tasnim News, Shekarchi mengatakan salah satu perubahan penting dalam doktrin pertahanan Iran adalah pergeseran dari pendekatan perang konvensional menuju perang asimetris.
"Perang asimetris berarti menghadapi persenjataan berat musuh yang berbiaya tinggi dan meraih kemenangan dengan biaya lebih rendah serta peralatan pertahanan yang lebih sederhana namun lebih efektif dan praktis," jelas Shekarchi.
Menurut Shekarchi, pendekatan tersebut juga berkaitan dengan pengorbanan diri, keimanan, dan spiritualitas yang menjadi bagian dari konsep pertahanan Iran.
Ia menilai pengalaman konflik sebelumnya membuat Iran memahami kemampuan pertahanan yang dimilikinya.
Shekarchi juga menyebut pihak lawan telah menyadari adanya kesalahan perhitungan mengenai ketahanan Iran.
"Musuh telah menyadari kekeliruan perhitungan mereka mengenai ketahanan dan kemampuan pertahanan Iran."
Shekarchi kemudian memberikan peringatan terkait kemungkinan terjadinya agresi baru terhadap Iran.
Ia mengatakan negaranya telah menyiapkan teknologi militer baru untuk menghadapi situasi tersebut.
"Kali ini kami telah menyiapkan kejutan bagi musuh dan akan merespons segala potensi agresi dengan teknologi militer baru," ucapnya.
Selain ancaman balasan, Shekarchi juga menyinggung situasi keamanan di Selat Hormuz.
Ia mengatakan Iran memiliki sistem keamanan yang mengawasi jalur strategis tersebut.
"Setiap kapal yang ingin melintas di luar jalur Iran tidak akan mendapatkan jaminan keamanan."
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan terkait aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.