Pangkalan AS Rontok Dihantam Rudal Iran, Teheran: Yordania adalah Tanah Suci Para Nabi Bukan Tempat Anak Setan!
- Gemini AI
Siap –Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melancarkan serangan rudal balistik ke Pangkalan Udara Pangeran Hassan, Yordania.
Serangan presisi ini menyasar hanggar pesawat nirawak militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Pasukan elit Republik Islam Iran mengonfirmasi bahwa gempuran tersebut menghancurkan sejumlah drone militer.
Aksi ini juga menewaskan beberapa pilot serta awak penerbangan militer AS yang berada di lokasi.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC mengumumkan kabar tersebut pada Rabu pagi, 2 September 2026.
Dikutip dari Tasnim News, serangan rudal balistik IRGC melumpuhkan berbagai infrastruktur teknis hanggar drone RQ-4 dan MQ-9.
Teheran menegaskan aksi ini merupakan balasan atas agresi militer AS ke Provinsi Hormozgan dan Sistan-Balouchestan di Iran selatan yang menewaskan dan melukai warga sipil.
"Yordania adalah tanah suci para nabi Tuhan dan tidak seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak setan," bunyi keterangan resmi IRGC.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, bersumpah akan menimpakan konsekuensi berat kepada Amerika Serikat.
"Sebagai tanggapan atas agresi udara oleh militer AS terhadap titik-titik di Sistan dan Balouchestan serta Hormozgan, angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan melancarkan serangan yang melumpuhkan dan menghancurkan terhadap musuh Amerika yang keji dan jahat," tegas Mayor Jenderal Ali Abdollahi.
Ia menambahkan bahwa Washington akan menanggung kerugian lebih besar jika terus melanjutkan aksinya.
"Kami telah berulang kali menyatakan dan bahwa dalam situasi apa pun kami tidak akan mengorbankan hak-hak bangsa Iran yang heroik, dan kami akan menimpakan konsekuensi berat kepada musuh Amerika," tambahnya.
Washington Kian Terjepit
Setelah enam bulan perang berjalan, Iran belum juga tunduk.
Sebaliknya, beban operasi militer AS justru semakin menumpuk di tengah keterbatasan logistik kawasan.
The Washington Post melaporkan sejumlah petinggi militer AS telah menasihati Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Mereka menilai operasi berskala besar terhadap Iran tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang karena berisiko menggerus kemampuan pertahanan AS di wilayah lain.
Peringatan ini datang dari pucuk pimpinan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga komandan bintang empat di Eropa, Asia, dan Amerika Latin.