Murka! Sumpah Iran Gempur Militer AS: Serangan Rudal dan Drone Bakal Makin Luas, Berat dan Membinasakan?

Potret ilustrasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

SiapIran terus menggempur pangkalan AS di Timur Tengah sebagai aksi balasan serangan udara Washington, menjanjikan respons yang jauh lebih berat.

img_title Iran Keluarkan Tantangan Berani ke AS, Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

Bahkan Iran menegaskan tidak akan menghentikan gempuran militernya dan bersumpah akan terus menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

Langkah agresif ini diambil sebagai bentuk balasan langsung atas serangan udara AS yang menyasar berbagai situs militer dan pemukiman sipil di wilayah selatan Iran.

img_title Apa yang Terjadi di Selat Hormuz? Iran Siapkan Aturan Baru

Situasi di kawasan kini berada di titik nadir eskalasi terburuk.

Washington melancarkan serangan terhadap Iran tepat pada pukul 12.00 waktu AS bagian Timur. Menurut laporan kantor berita Iran Fars, empat orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk seorang anak-anak.

img_title Panas! Presiden Iran Sebut AS Penakut karena Serang Fasilitas Sipil, Tantang Perang Tatap Muka?

Menanggapi tindakan Washington, militer Iran bergerak cepat melancarkan gelombang serangan balasan berbasis rudal dan pesawat nirawak (drone).

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mengonfirmasi operasi militer tersebut dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB.

"Operasi penyerangan terhadap pihak Amerika ini akan terus berlanjut sampai mereka menyesali kejahatan yang telah diperbuat," tegas Zolfaghari.

Zolfaghari mengklaim aksi balasan Iran telah menimbulkan kerusakan berat pada infrastruktur, fasilitas, serta persenjataan AS.

Serangan itu juga disebut memicu jatuhnya korban dalam jumlah signifikan di pihak komandan dan prajurit Amerika.

Lebih lanjut, Zolfaghari memperingatkan bahwa jika AS terus melancarkan serangan, Iran akan membalas dengan tindakan yang "lebih berat, luas, dan membinasakan."

Ia juga menegaskan agar negara manapun yang bekerja sama dengan militer AS bersiap menanggung konsekuensi bahaya yang ditimbulkan. Ancaman ini sejalan dengan garis keras yang ditekankan oleh pimpinan tertinggi Teheran.

Pernyataan tegas militer tersebut disampaikan setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan Teheran memiliki “pelajaran yang tak terlupakan” bagi AS menyusul dimulainya serangan Washington terhadap Iran.

“Iran dan Front Perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan bagi musuh Amerika,” kata Khamenei dalam unggahan di X setelah serangan AS terhadap Iran dimulai.

Ketegangan yang terus memuncak ini mengancam stabilitas pasokan energi global serta mengundang kekhawatiran dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan potensi perang terbuka secara menyeluruh di Timur Tengah.