Alarm Bahaya Meraung di Timur Tengah, Potensi Perang Skala Besar AS-Iran Kian Nyata?

Potret ilustrasi perang Iran - Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap –Eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah pasukan AS menggelar gelombang serangan udara terbaru yang menyasar berbagai fasilitas di wilayah Iran.

img_title Iran Keluarkan Tantangan Berani ke AS, Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pada Selasa (1/9/2026) malam bahwa pihaknya telah menyelesaikan serangan terhadap sasaran militer Iran, yang mencakup fasilitas pertahanan udara, sistem radar, dan aset maritim.

Namun, serangan militer tersebut memicu kecaman keras setelah media pemerintah Iran melaporkan adanya lokasi sipil yang terkena hantaman proyektil di sepanjang pesisir selatan negara itu.

img_title Apa yang Terjadi di Selat Hormuz? Iran Siapkan Aturan Baru

Salah satu serangan fatal dilaporkan menghantam sebuah rumah yang tengah digunakan untuk menggelar pesta pernikahan di Kuhestak, Iran selatan.

Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi menyatakan lima orang, termasuk seorang anak, tewas dan sedikitnya 68 lainnya terluka.

img_title Panas! Presiden Iran Sebut AS Penakut karena Serang Fasilitas Sipil, Tantang Perang Tatap Muka?

Reaksi keras langsung berhembus dari parlemen Iran atas insiden berdarah di Kuhestak tersebut.

"Jangan salah: kejahatan-kejahatan ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman," kata Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi melalui X.

Menanggapi laporan mengenai jatuhnya korban dari kalangan warga sipil, pihak militer AS memberikan klarifikasi.

Juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins menyatakan pihaknya mengetahui laporan mengenai korban sipil tersebut, namun menekankan bahwa laporan itu "berasal dari media pemerintah Iran".

"Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, berbeda dengan IRGC," kata Hawkins seperti dilaporkan Associated Press.

CENTCOM menegaskan bahwa serangan terbaru ini diluncurkan sebagai respons langsung atas upaya Iran menyerang kapal-kapal komersial serta personel militer AS di kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump membeberkan detail operasional dalam wawancara telepon dengan Fox News, di mana salah satu sasaran utama adalah infrastruktur radar Iran yang sedang direkonstruksi.

"Mereka mencoba membangun kembali radar mereka karena mereka tidak bisa melihat apa pun," klaim Trump.

"Kami menunggu sampai radar itu hampir selesai dibangun, lalu kami menghantamnya."

Serangan Balasan Rudal dan Drone Iran

Pasca-serangan AS, Iran tak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balasan menggunakan rudal balistik ke Yordania.

Halaman Selanjutnya
img_title