Video Trump Bikin Heboh, Iran Siap siap Perang Asimetris Lawan AS? Perang Dimana Saja dan Kapan Saja!

Potret ilustrasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap –Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru yang kian memanas.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

Militer Iran menegaskan bahwa mereka masih menjalankan strategi pertempuran konvensional.

Namun, Teheran tidak menutup kemungkinan untuk beralih ke perang asimetris jika situasi mendesak.

img_title Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Penasihat Senior Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Mohammad Reza Naqdi.

Menurutnya, Iran sejauh ini masih mengandalkan teknologi militer utama untuk menjaga kedaulatan wilayahnya.

img_title Iran Kecam Sikap Kanada yang Pro Amerika: Padahal Kerap Ditindas AS

“Kami saat ini masih menjalankan perang konvensional, bukan perang asimetris. Perang asimetris berarti berperang di Wall Street dan Manhattan, perang di mana saja dan kapan saja, menggunakan kemampuan yang belum digunakan,” kata Naqdi dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al-Mayadeen, Senin (31/8).

Mengandalkan Drone dan Rudal

Naqdi menjelaskan bahwa Teheran sejauh ini belum perlu mengubah taktik pertempuran.

Pertahanan udara dan armada militer yang dimiliki Iran dinilai masih sangat efektif dalam menjaga keamanan nasional.

“Belum ada kebutuhan untuk itu; kami telah mengelola dan memastikan keamanan kami dengan drone dan rudal,” ujar Naqdi.

Penggunaan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik memang menjadi tumpuan utama pertahanan Iran dalam meredam ancaman luar.

Kemampuan teknologi militer ini terbukti mampu memberikan tekanan balik terhadap kekuatan lawan di kawasan Timur Tengah.

Perubahan Strategi AS: Dari Militer ke Pengepungan Ekonomi

Pernyataan tegas dari pihak IRGC ini muncul merespons langkah baru yang diambil oleh Washington.

Pada 19 Agustus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi ekonomi terhadap Iran yang disebutnya sebagai “isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Dalam pengumuman tersebut, Trump secara terbuka menyerukan kepada para sekutu AS untuk bergabung dalam upaya menekan Teheran.

Berdasarkan laporan CNN yang mengutip pejabat AS, Washington kini resmi beralih ke strategi “pencekikan” ekonomi secara bertahap terhadap Iran.

Langkah ini menggantikan pendekatan militer langsung yang sebelumnya ditempuh sejak akhir Februari 2026.

Eskalasi Konflik yang Belum Padam

Dinamika hubungan kedua negara memang terus bergejolak sepanjang tahun ini. Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap AS.

Halaman Selanjutnya
img_title