AS-Iran Kembali Saling Serang, Trump: Pulau Kharg dihancurkan hingga berkeping-keping!!! Presiden DJT?
- Istimewa
Siap –Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran kembali memuncak usai insiden serangan AS yang mendadak ke pulau Larak dan dibalas Iran dengan membombardir pangkalan militer AS di Yordania.
Nah, ditengah kembali mendidihnya ketegangan kedua negara tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump malah kembali membuat ulah dengan memicu Kontroversi.
Lewat akun platform Truth Social miliknya pada Minggu malam waktu setempat, Trump membagikan sebuah video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan Pulau Kharg di Iran dihantam serangan berat hingga hancur berkeping-keping.
Video imajinatif tersebut memperlihatkan visual kehancuran total di Pulau Kharg.
Meski dipastikan bukan rekaman peristiwa nyata, unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik global karena mempertegas sinyal gertakan militer dari kubu Amerika Serikat.
Dalam unggahan video AI tersebut, Trump menyisipkan narasi singkat yang mempertegas isi tayangan:
Dalam unggahan video AI tersebut, Trump menyisipkan narasi singkat yang mempertegas isi tayangan:
"Pulau Kharg dihancurkan hingga berkeping-keping!!! Presiden DJT."
Aksi provokatif di media sosial ini tidak muncul begitu saja.
Unggahan Trump meluncur tepat setelah pihak militer Amerika Serikat mengonfirmasi serangan nyata terhadap sejumlah sasaran strategis Iran di Pulau Larak.
Aksi provokatif di media sosial ini tidak muncul begitu saja.
Unggahan Trump meluncur tepat setelah pihak militer Amerika Serikat mengonfirmasi serangan nyata terhadap sejumlah sasaran strategis Iran di Pulau Larak.
Langkah agresif ini berbarengan dengan situasi keamanan yang makin mengkhawatirkan di kawasan Selat Hormuz.
Jalur lalu lintas laut tersebut dikenal sebagai titik mati (chokepoint) paling krusial bagi pasokan energi global.
Sebagian besar arus distribusi minyak mentah dunia dari kawasan Teluk Persia bergantung pada keamanan kawasan ini.
Pulau Kharg sendiri memegang peranan sangat vital bagi ekonomi Iran karena berfungsi sebagai terminal ekspor minyak terbesar milik negara tersebut.
Serangan atau gertakan yang mengincar infrastruktur di pulau ini dinilai para analis berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah dunia secara mendadak.
Di sisi lain, respons Teheran terhadap manuver komunikasi Trump dan serangan di Pulau Larak diperkirakan makin memperketat penjagaan militer di sepanjang Selat Hormuz.