Tim Sar Korbrimob Dikerahkan untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Bencana di NTT
- istimewa
Siap – Tim SAR Korbrimob Polri terus memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di hari kelima, petugas masih terus memberikan penanganan kedaruratan serta menghadirkan berbagai layanan trauma healing dan pendampingan psikososial untuk membantu warga memulihkan rasa aman dan bangkit dari trauma akibat bencana.
Pamendal Korbrimob Polri, Kombes Pol Hasrupuddin mengatakan, pendekatan humanis dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Mulai dari tausiah dan pendampingan spiritual, cukur rambut gratis, akses Wi-Fi gratis, pelayanan kesehatan, hingga pembagian makanan siap saji.
“Kehadiran personel di tengah pengungsian diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus menghadirkan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat di tengah kondisi pascabencana,” katanya, Rabu (19/8/2026).
Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah salat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Huda, Reo.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah dan silaturahmi bersama tokoh agama, imam masjid, serta Ketua DKM.
Dalam kesempatan tersebut, diketahui Masjid Nurul Huda mengalami kerusakan akibat gempa sehingga belum dapat digunakan untuk pelaksanaan salat berjamaah.
Menyikapi kondisi tersebut, Korbrimob Polri turut menyiapkan dukungan untuk pembangunan masjid darurat, sehingga masyarakat tetap memiliki tempat yang layak untuk beribadah selama masa pemulihan.
“Upaya trauma healing juga menyasar warga di Camp Pengungsian Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reo,” ujarnya.
Personel menghadirkan layanan cukur rambut gratis yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga menjadi sarana interaksi dan membangun kembali suasana positif di tengah pengungsian.
Personel SAR Korbrimob di bawah pimpinan Komandan Kompi Penugasan BKO Polda NTT AKP Roy Ronaldo Dansu turut membagikan makanan siap saji kepada warga di Posko Pengungsian.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang masih berada di pengungsian.
Selain itu, penyediaan Wi-Fi gratis diberikan untuk membantu warga tetap terhubung dengan keluarga, berkomunikasi dengan kerabat, serta memperoleh informasi mengenai perkembangan situasi pascagempa.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari dukungan psikososial agar warga tidak merasa terisolasi selama berada di lokasi pengungsian.