Habib Bahar Ngamuk Ancam Bakar Pabrik Miras: Saya Sudah Bawa Kain Kafan
- Istimewa
Siap – Pemimpin LSM Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar Smith mengancam akan membakar pabrik minuman keras (miras) yang beroperasi di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Habib Bahar usai menghadiri aksi unjuk rasa penolakan pabrik miras yang berada di wilayah Bogor.
Habib Bahar Smith menegaskan, tak ada toleransi, pabrik tersebut wajib ditutup sekarang juga tanpa batas waktu.
"Eh, enggak ada 7 hari, 7 hari. Tutup sekarang juga. Ada apa kau pakai waktu? Memberantas kezaliman enggak pakai-pakai waktu. Berhentiin maksiat, berhenti produksi.Enggak pakai waktu waktu. Mulai hari ini berhenti produksi," tegasnya dikutip dari kanal YouTube Pecinta Habaib pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Jika pabrik tersebut tak juga ditutup, pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu mengancam bakal membakarnya.
"Enggak usah banyak-banyak bicara. Sudah wajib tutup. Kalau enggak tutup saya bakar. Betul saya bakar. Habis saya bakar, saya menyerahkan diri ke Polda Jabar," katanya.
Bahar menegaskan, bahwa dirinya siap berada di barisan paling depan dalam memberantas maksiat.
"Saya bilang perang, saya bukan di belakang. Saya di depan. Itu saya. Nanti kita juga kirim surat ke Pemerintah Kabupaten Bogor untuk wajib tutup demi generasi anak-anak muda kita ke depan, demi generasi anak-anak bangsa khususnya Bogor."
Menurutnya, keberadaan miras adalah pemicu terjadinya segala bentuk tindak pidana.
"Kepala segala maksiat. Orang kena miras mabuk. Mereka orang tua bunuh anak, anak bunuh orang tua. Pemerkosaan, perjudian, terjadi kejahatan-kejahatan karena apa? Karena miras. Kalau sudah tahu begitu kenapa produksi? Akibatnya kan bisa merusak anak-anak muda. Generasi anak cucu kita ke depan," tuturnya.
"Pokoknya tutup tutup permanen. Enggak ada produksi. Sudah enggak ada produksi," sambungnya.
Habib Bahar berjanji, akan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar jika perusahaan tersebut tetap membandel.
"Nanti ana (saya) ajak umat bukan cuma bukan se-Jawa Barat, se-Banten, se-Jabodetabek, kalau enggak ditutup kita tutup kita bakar."
Lebih lanjut ia mengatakan, aparat tidak perlu repot, cukup menonton saja.
"Itu orang diam-diam duduk, duduk manis nonton saya yang bakar. Siap perang saya. Saya datang kemari itu sudah bawa kain kafan. Kita kalau buat Al-Quran kita dulu-duluan mati. Dulu-duluan, bukan berani mati. Cari mati dulu-duluan," ujarnya.