Diduga Ada Intimidasi, BEM UI Beberkan Alasan Sejumlah Universitas yang Tidak Ikut Turun ke Jalan Hari Ini

BEM UI, Hafidz Haernanda
Sumber :
  • siapviva

Siap – Mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi demo di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), salah satunya dari Universitas Indonesia (UI).

img_title FIK UI Hadirkan Solusi Lewat Program AYEM TENTREM untuk Tekan Risiko Kerentanan Lansia

Mereka menyuarakan 'Merebut Kemerdekaan' dengan membawa delapan tuntutan. Mulai dari penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Batalyon TP di tiap kabupaten/kota.  

Mahasiswa bergerak dari kampus UI Depok menggunakan 52 angkutan kota (angkot). Semula, mereka sudah menyewa kopaja, namun pada hari H para driver membatalkan tanpa alasan yang jelas.

img_title Hari Pertama PJJ, Disdik Kerahkan Petugas Bersihkan Abu Vulkanik di Sekolah Depok

Koorbid Sospol BEM UI yang juga koordinator aksi, Hafidz Haernanda mengatakan, ada sekitar 500 mahasiswa UI yang berangkat. Mereka menggunakan jaket kuning sebagai identitas mahasiswa UI serta membawa bendera universitas.

Sayangnya saat hendak beranjak ke lokasi aksi, mereka terkendala armada. Sehingga mereka dadakan mencari alternatif dengan sewa angkot.

img_title Ketika Semua Orang Bisa Viral, Siapa yang Masih Bisa Dipercaya? Begini Jawaban Pengamat UI

"Ada kopaja-kopaja kami yang sayangnya banyak sekali dikoptasi-koptasi dengan berbagai macam institusi. Ada berbagai macam institusi yang memang sudah menelpon drivernya. Bayangkan kita memesan 24 kopaja dan semuanya tidak bisa karena mereka diintimidasi," katanya, Selasa (18/8/2026).

Mahasiswa sangat menyayangkan adanya intimidasi terhadp para sopir kopaja tersebut.

"Kami tidak menyalahkan drivernya, karena mereka hidup di sebuah sistem yang mengakibatkan mereka harus bekerja seperti ini," ujarnya.

Bentuk intimidasi yang dilakukan kepada sopir kopaja yaitu adanya ancaman pemecatan jika armadanya tetap mengangkut massa UI ke lokasi demo.

"(Mereka) tidak boleh datang ke sini. Kalau misalnya ada yang berangkat nanti dipecat. Jadi mereka disuruh membuat 1.001 alasan agar tidak bisa menjemput kami. Dan ini tidak hanya di BEM UI saja. Banyak dari teman BEM lain yang sedang mencari kopaja tapi ditahan, kopaja semua tidak mau," sesalnya.

Hafidz juga menyebut banyak upaya intimidasi yang didapat mahasiswa. Misalnya, ada beberapa BEM universitas yang tidak ikut dalam aksi demo karena diintimidasi.

"Itu saya sangat sedih mendengarnya. Mereka diintimidasi, bisa jadi nanti mahasiswa KIP nya bisa dicabut. Bisa jadi nanti dia diturunkan dari jabatannya, bisa jadi kawan-kawan diancam-ancam. Ini kan sesuatu hal yang berlebihan," pungkasnya.