Tak Sudi Diatur AS dan NATO, Iran: Kami Akan Terus Menempuh Jalur Nuklir

Republik Islam Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Iran dengan tegas melanjutkan kemajuan teknologi nuklir dan sainsnya, terlepas dari upaya tekanan Amerika Serikat dan para sekutunya untuk menghancurkan industri tersebut.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

Dilansir dari laman Tasnim News, hal itu disampaikan Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Mayor Jenderal Mostafa Izadi.

Menurutnya, AS telah memasuki konfrontasi dengan skenario yang bertujuan menggulingkan dan memecah belah Republik Islam, namun gagal di semua lini, termasuk dalam upaya mereka untuk mengakses industri nuklir Iran.

img_title Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

"Kami akan terus menempuh jalur nuklir, sains, dan pembangunan negara ini dengan penuh kekuatan," katanya dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia juga mengatakan, bahwa kekuatan-kekuatan yang memusuhi Teheran memiliki berbagai tujuan, antara lain melemahkan, menggulingkan, dan memecah belah Republik Islam, menguasai sumber daya minyak serta Selat Hormuz.

img_title Iran Kecam Sikap Kanada yang Pro Amerika: Padahal Kerap Ditindas AS

Kemudian menghancurkan peradaban Islam di Persia, melumpuhkan angkatan bersenjata dan poros perlawanan, serta melenyapkan industri nuklir negara itu.

Markas bawah tanah Iran siap hadapi AS dan Israel

Photo :
  • Istimewa

Izadi memastikan, bahwa Republik Islam telah berhasil melewati semua tahapan sulit tersebut dengan bersandar kepada Tuhan dan di bawah kepemimpinan yang bijaksana.

Menyoroti perkembangan global, Izadi mengatakan bahwa perubahan-perubahan besar di seluruh dunia merupakan indikasi kemunduran kekuatan Amerika Serikat.

Ia juga menggarisbawahi kemampuan strategis Angkatan Bersenjata Republik Islam yang memegang hak kendali penuh atas Selat Hormuz, salah satu jalur vital dunia bagi energi, industri, dan ekonomi.

Hal ini dipadukan dengan lompatan signifikan dalam kemampuan rudal dan pertahanan udara modern, telah menciptakan daya gentar yang luar biasa serta memaksa pihak lawan untuk bersikap pasif dan berhati-hati.

Di tingkat regional, kata Izadi, poros perlawanan juga telah mengambil langkah tegas demi mendukung cita-cita Revolusi Islam dengan menguasai titik-titik strategis seperti Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.

Syarat Keras Teheran

Teheran tidak hanya menahan pembukaan kembali Selat Hormuz, namun juga menyodorkan enam syarat yang harus dipenuhi Washington sebelum akses pelayaran dibuka. 

Laporan Al Jazeera pada Selasa, 11 Agustus 2026 menyebut enam tuntutan itu diumumkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan langsung menyentuh inti konflik dengan AS. 

Halaman Selanjutnya
img_title