Gawat! Iran Kini Bakal Lebih Ofensif Hadapi Ancaman Militer, AS-Israel Siap siap Dapat Kejutan ?
- Gemini AI
Siap –Ketagangan antara Amerika Serikat (AS) - Iran kian mendidih, baru baru ini Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan pergeseran besar dalam doktrin pertahanan negara dari yang awalnya defensif kini menjadi ofensif.
Deputi Politik IRGC, Brigadir Jenderal Yadollah Javani, menegaskan bahwa militer Iran kini siap beralih dari postur yang sebelumnya defensif menjadi ofensif guna merespons ancaman musuh yang terus berkembang.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu, 16 Agustus 2026, Javani memberikan peringatan keras kepada pihak lawan.
Ia menekankan bahwa musuh tidak boleh mengandalkan tindakan mengejutkan, sebab Iran kini memiliki strategi baru.
“Musuh bahkan mungkin harus menunggu kejutan-kejutan strategis,” ujar Javani dalam program Special News Interview di televisi pemerintah.
Javani menjelaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar retorika, melainkan hasil dari pemutakhiran doktrin pertahanan pasca-konflik.
Menurutnya, meskipun tindakan Iran selama ini bersifat defensif karena faktor musuh yang memicu perang, pendekatan ke depan akan lebih transformatif dan tegas.
“Hal penting adalah musuh yang memulai perang, sedangkan tindakan kami dalam proses ini bersifat defensif, meskipun karakter tindakan tersebut dapat berubah menjadi ofensif. Ini merupakan salah satu pendekatan transformatif angkatan bersenjata,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Javani turut menanggapi keterlibatan Israel dalam konflik 12 hari terakhir. Ia secara terbuka meragukan kemampuan Israel untuk menghadapi Iran sendirian tanpa bantuan negara-negara Barat.
“Ini bukan berarti kami menganggap rezim Zionis sebagai kekuatan proksi bagi Amerika, Eropa, dan Barat di kawasan. Bukan seperti itu. Sebuah negara seperti rezim Zionis tidak berada pada tingkat dan kapasitas yang membuatnya mampu memasuki perang melawan Republik Islam,” tegas Javani.
Menurutnya, keterlibatan Israel dalam konflik 12 hari lalu hanya dimungkinkan karena dukungan penuh dari Amerika Serikat.
“Rezim Zionis bahkan dalam perang 12 hari masuk ke medan dengan dukungan Amerika,” tambahnya.