Iran Belum Mau Berdamai, Satu Keputusan Teheran Kini Jadi Perhatian Dunia
- Gemini AI
Siap – Iran menegaskan belum membuka kembali pintu perundingan dengan Amerika Serikat (AS) meski komunikasi melalui sejumlah negara mediator masih berlangsung.
Teheran menilai pertukaran pesan tidak otomatis berarti negosiasi telah dimulai kembali.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan posisi tersebut sekaligus membantah laporan mengenai kemungkinan perpanjangan periode 60 hari yang disebut berkaitan dengan Memorandum Islamabad.
Seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Sabtu, 15 Agustus 2026, Araghchi menjelaskan bahwa nota kesepahaman yang disusun dengan mediasi Pakistan pada Juni lalu sebenarnya bertujuan mengakhiri perang, bukan menetapkan gencatan senjata selama 60 hari.
"Apa yang tercantum dalam memorandum Islamabad adalah mengakhiri perang, bukan gencatan senjata," ucap Aragchi kepada kantor berita ISNA.
Menurut Araghchi, kesepakatan tersebut telah dilanggar oleh Amerika Serikat sehingga pertempuran kembali berlangsung.
Karena itu, Teheran menilai tidak ada mekanisme gencatan senjata 60 hari yang harus diperpanjang.
"Amerika Serikat telah melanggar memorandum tersebut, dan pertempuran kembali berlanjut. Oleh karena itu, tidak ada gencatan senjata 60 hari yang perlu diperpanjang," ungkapnya.
Araghchi menjelaskan bahwa periode 60 hari dalam Memorandum Islamabad memiliki tujuan berbeda dari yang diberitakan.
Rentang waktu tersebut pada dasarnya disiapkan sebagai kesempatan bagi kedua pihak untuk melakukan pembahasan guna mencapai kesepakatan akhir.
Dengan demikian, periode tersebut tidak dimaksudkan sebagai batas waktu berlangsungnya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Situasi ini membuat Teheran masih berhati-hati dalam mempertimbangkan kemungkinan kembali ke meja perundingan.
Komunikasi dengan pihak ketiga memang tetap berjalan, tetapi Iran belum menganggapnya sebagai tanda dimulainya kembali pembicaraan langsung dengan Washington.
"Baik Qatar maupun Pakistan terus bertukar pesan dan menjalin komunikasi dengan kami, tetapi hal itu tidak berarti adanya negosiasi," jelasnya.
Araghchi juga memastikan bahwa hingga kini belum terdapat keputusan resmi dari pemerintah Iran untuk melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat.
"Belum ada keputusan yang diambil untuk melanjutkan kembali pembicaraan dengan Amerika Serikat," tutur Araghchi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi melalui mediator masih ditempatkan sebagai jalur diplomatik terpisah.
Teheran tampaknya tidak ingin aktivitas komunikasi tersebut ditafsirkan sebagai tanda bahwa hubungan perundingan dengan Washington telah kembali normal.