Washington Kembali Tekan Iran, Teheran Justru Kirim Sinyal Keras soal Selat Hormuz

Potret ilustrasi Selat Hormuz
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul pernyataan mengenai status dan kendali atas Selat Hormuz.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

Teheran menegaskan bahwa jalur strategis tersebut tidak dapat dikuasai hanya dengan ancaman militer maupun tekanan politik dari Washington.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan penolakan tegas terhadap klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana penguasaan Selat Hormuz.

img_title Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

Gharibabadi menyatakan Iran tidak akan mudah terpengaruh oleh pengerahan kekuatan militer ataupun pernyataan bernada ancaman yang datang dari Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Gharibabadi pada Jumat dan menjadi respons terhadap pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim memiliki rencana untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat.

img_title Iran Kecam Sikap Kanada yang Pro Amerika: Padahal Kerap Ditindas AS

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” ungkap Gharibabadi melalui unggahannya di platform media sosial X.

Selat Hormuz sendiri memiliki posisi strategis dalam perdagangan energi dunia. Jalur laut tersebut menjadi penghubung antara Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Arab.

Posisinya yang menjadi jalur utama pergerakan kapal pengangkut energi membuat Selat Hormuz memiliki arti penting bagi stabilitas pasar global.

Sebagian besar pasokan minyak mentah yang dikonsumsi dunia melewati kawasan tersebut setiap hari.

Karena itu, setiap ancaman terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak lebih luas, terutama terhadap distribusi energi dan kondisi perekonomian internasional.

Di tengah ketegangan dengan Washington, Gharibabadi kembali menegaskan posisi Teheran mengenai status jalur laut tersebut. 

Iran menyatakan memiliki kedaulatan atas Selat Hormuz dan menolak segala bentuk klaim sepihak dari pihak lain.

“Selat Hormuz itu milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” ucapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan sikap Teheran yang tidak ingin memberikan ruang terhadap klaim Washington mengenai penguasaan Selat Hormuz.

Ketegangan terbaru bermula setelah Trump mengeluarkan pernyataan mengenai aktivitas Amerika Serikat di jalur perairan strategis tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title