Panas! Trump Sesumbar Kuasai Selat Hormuz, Iran Tegaskan Kekalahan AS, Jangan Kebanyakan Menghayal!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Tensi politik di kawasan Timur Tengah kembali memanas.

img_title Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak bisa direbut begitu saja hanya melalui pengerahan militer maupun retorika politik Amerika Serikat (AS).

Pernyataan menohok ini disampaikan Gharibabadi pada Jumat lalu untuk menepis klaim berani dari Presiden AS, Donald Trump.

img_title Iran Kecam Sikap Kanada yang Pro Amerika: Padahal Kerap Ditindas AS

Sebelumnya, Trump sesumbar bakal menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah kekuasaan negaranya.

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” tegas Gharibabadi melalui unggahannya di platform media sosial X.

img_title Iran Geser Strategi Hadapi AS, Balasan Lebih Berat Mulai Diperingatkan

Jalur Vital Pelayaran Dunia

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai chokepoint geopolitik paling krusial di dunia.

Jalur sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab.

Lebih dari seperlima konsumsi minyak mentah dunia melintasi selat ini setiap harinya, menjadikan kawasan tersebut sangat sensitif terhadap isu penutupan atau gangguan keamanan.

Dalam unggahan yang sama, Gharibabadi kembali menegaskan kedaulatan mutlak negaranya atas jalur laut yang sangat strategis tersebut.

“Selat Hormuz itu milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran.

Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran.

Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” tambahnya.

Klaim Sepihak dari Donald Trump Ketegangan terbaru ini dipicu oleh pernyataan menyengat Trump sehari sebelumnya.

Di hadapan publik, Trump mengklaim bahwa Angkatan Laut AS saat ini sedang memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz.

Bahkan, Trump membeberkan rencananya jika berhasil menundukkan pihak Iran secara total di kawasan tersebut.

“Setelah mengalahkan Iran sepenuhnya, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump.

Respon keras dari Tehran ini menunjukkan bahwa Iran tidak tinggal diam terhadap tekanan Washington.

Gertakan verbal Trump pun memicu perhatian global karena dinamika di Selat Hormuz berpotensi besar memengaruhi stabilitas pasokan energi serta ekonomi dunia.