Iran Olok-olok AS yang Kelimpungan Sembunyikan Trump: Mungkin Harus Bersembunyi di Tong Sampah
- Istimewa
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang berada dalam situasi yang ekstra rawan, karena berada dalam jangkauan Iran.
Bahkan, sejumlah sumber menyebut, nyaris tak ada tempat yang bisa menyembunyikan Trump dari ancaman intaian Republik Islam.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Presiden AS Donald Trump ternyata tak bisa sembarangan bergerak saat berada di luar Amerika Serikat.
Laporan New York Times mengungkap intelijen AS meyakini agen Teheran, Iran mampu melacak keberadaan Trump, termasuk saat dirinya menghadiri KTT NATO di Ankara Turkiye.
Bahkan, lokasi Trump menginap di Ankara kabarnya telah diketahui, hal itu bahkan hingga ke lantai ia ditempatkan.
Informasi ini muncul saat Trump bersiap meninggalkan Ankara pada Sabtu, 8 Juli 2026.
Badan Intelijen AS menerima peringatan soal ancaman spesifik rudal darat udara milik Republik Islam Iran, yang diduga mengincar Air Force One.
Ditambah lagi seseorang di dekat lokasi KTT dilaporkan terlihat membawa rudal punggung.
Pentagon pun dipaksa main kucing-kucingan untuk membawa Trump keluar dari Turkiye.
Iran disebut memiliki kemampuan rudal yang bisa mengancam pesawat yang ditumpangi Trump.
Lantas bagaimana Iran bisa melacak Trump dan seberapa kuat AS dapat menjaga kepala negaranya saat berada di luar Washington?
Tak Ada Tempat Aman
Trump bisa berada di KTT NATO dijaga ketat militer AS. Namun informasi rahasia soal keberadaannya tetap diduga berhasil diketahui Teheran.
Laporan New York Times menyebut, dua pejabat AS yang mengetahui informasi intelijen mengungkap, badan intel Amerika menerima sejumlah informasi yang mengarah pada ancaman spesifik terhadap pesawat Trump.
Ancaman itu bukan main-main. Ada informasi soal kemungkinan rudal darat ke udara yang menargetkan Air Force One atau pesawat kepresidenan AS.
Bahkan, di dekat lokasi KTT NATO, seseorang dilaporkan terlihat membawa rudal panggul yang bisa digunakan untuk menyerang pesawat.
Di saat yang sama, intelijen AS meyakini agen Teheran mengetahui lokasi Trump menginap di Ankara, termasuk lantai gedung tempat ia ditempatkan.
Informasi seperti ini membuat pergerakan Trump harus diatur ulang secara diam-diam.