Iran Ngotot Lanjutkan Perang AS, IRGC Ingin Tempur Hingga Trump Lengser
- Istimewa
Siap – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC semakin membulatkan tekad untuk melakoni perang berkepanjangan melawan Amerika Serikat dan sekutunya.
Hal itu disampaikan oleh Penasihat Utama IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi baru-baru ini.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, ia bahkan menyebut, pasukannya siap bertempur dalam waktu lama sampai Presiden Amerika Serikat Donald Trump lengser dari jabatannya.
Naqdi menilai, perang dalam durasi lama menjadi salah satu cara Republik Islam Iran untuk memberikan efek jera dan kerugian kepada musuh.
Dengan harapan, Amerika Serikat nantinya dapat berpikir ulang atau bahkan membatalkan niatnya untuk kembali menyerang Teheran.
Menurut Naqdi, perang kali ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat ternyata memiliki kemampuan militer yang lemah dari perkiraan Republik Islam.
Markas rudal bawah tanah Republik Islam Iran
- Istimewa
Selain itu, konfrontasi langsung selama berbulan-bulan juga memberikan pemahaman yang lebih jelas bagi Teheran soal cara kerja militer Washington.
Ia menilai sejauh ini Republik Islam telah memegang keunggulan dalam perang melawan Amerika Serikat atau AS.
Naqdi memastikan bahwa tentara IRGC telah lebih siap jika permusuhan berlanjut dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan terpisah, Naqdi juga mengirim sinyal bahwa IRGC tidak menutup opsi untuk memperluas operasi militer.
Ia menyebut pasukannya mulai diharapkan untuk bisa bergerak ke wilayah musuh dan menggelar misi jauh di luar perbatasan Iran.
Langkah ini disebutnya termasuk dalam karakteristik doktrin pertahanan offensif Iran.
"Kapanpun situasi menuntut dan perintah dikeluarkan, kita harus mampu memperluas operasi ke wilayah musuh dan melaksanakan misi jauh dari tanah air kita sendiri," tegasnya.
Rudal bawah tanah Iran siap diaktifkan
- Istimewa
Menurutnya, ini adalah karakteristik doktrin offensif yang harus diwujudkan.
"IRGC kini tugasnya untuk mencapai kesiapan tersebut, dan mengembangkan kemampuan guna melaksanakan operasi semacam itu pada waktu yang tepat," tegasnya.
Meski demikian, pasukan Republik Islam harus mencapai kesiapan tertentu sebelum opsi perluasan operasi diambil.
Mojtaba Tunjuk 6 Komandan Senior Militer Baru
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan telah menunjuk sejumlah komandan militer baru di tengah konflik yang tak kunjung mereda dengan AS.