Setelah Amerika Tak Lagi Berkutik Kini Iran Senggol NATO, Teheran Sebut Perancis Munafik!

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengecam keras Perancis atas kemunafikan yang nyata terkait klaimnya dalam membela hak asasi manusia dan hukum internasional. 

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Dikutip dari kanal berita Tasnim News, Araqchi menyoroti dukungan Perancis terhadap tindakan rezim Israel di Gaza serta agresi terhadap Republik Islam Iran.

Adapun pernyataan tersebut disampaikan Araqchi setelah Prancis dan 25 negara lainnya, bersama dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, mengecam Iran terkait penerapan hukuman mati.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Menurut Araqchi, Perancis tak pantas disebut sebagai negara yang membela hak asasi manusia.

Sebab, dukungan Perancis terhadap tindakan rezim zionis di Gaza dan pembiaran agresi AS pada Teheran telah meruntuhkan klaim apa pun mengenai otoritas moral yang mereka miliki.

img_title Terjebak Perang Iran: Korsel Pusing Ditekan Trump tapi Nggak Sanggup Hadapi Teheran

"Negara-negara seperti Prancis harus berhenti menceramahi dunia tentang hak asasi manusia dan hukum internasional. Kemunafikan ini sangat nyata dan memalukan," tulis Araqchi.

"Dukungan Anda terhadap genosida Israel di Gaza dan agresi terhadap Iran telah menghancurkan posisi moral luhur yang selama ini Anda bayangkan Anda miliki," tegasnya.

Ilustrasi Menlu Iran Abbas Araqchi vs Presiden AS Donald Trump

Photo :
  • Istimewa

Reaksi ini muncul setelah Kementerian Luar Negeri Perancis mengeluarkan pernyataan yang ditandatangani oleh Prancis, 25 negara lain, serta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. 

Pernyataan tersebut mengecam apa yang mereka sebut sebagai eksekusi berkelanjutan terhadap para pengunjuk rasa dan penggunaan hukuman mati oleh Teheran. 

Para penandatangan mendesak Teheran untuk menghentikan praktik tersebut dan membebaskan mereka yang dianggap ditahan secara sewenang-wenang.

Namun, kritik Perancis tersebut menuai kecaman karena adanya standar ganda yang mencolok. 

Meski memosisikan diri sebagai pembela hak asasi manusia dan hukum internasional, Paris justru mendukung rezim Israel terlepas dari dampak menghancurkan akibat kampanye militer Israel di Gaza, serta mendukung langkah-langkah yang menentang Iran di tengah perang agresi AS-Israel.

Republik Islam berulang kali menegaskan bahwa pemerintah-pemerintah Barat tidak memiliki kredibilitas untuk menceramahi pihak lain mengenai hukum internasional.

Sebab mereka terus mendukung rezim Israel, dan gagal meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya di Gaza, serta mendukung agresi terhadap Teheran.

Halaman Selanjutnya
img_title