BWS Kalimantan 1 Pontianak Bangun Saluran Irigasi di Tebas, Progres Capai 85 Persen
- Ngadri/siap.viva.co.id
VIVA - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 1 Pontianak melakukan pembangunan Proyek Pengembangan Sistem Irigasi Rawa Tebas Komplek di desa Dungun, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Proyek irigasi ini dibiayai menggunakan anggaran APBN Tahun 2026 sebesar Rp22. 794. 979 dan dilaksanakan oleh PT Anugrah Bayuarya Perkasa.
Pelaksana Lapangan Bidang Teknis PT Anugrah Bayuarya Perkasa Wiwit Wijanarko, ST, menjelaskan, bahwa progres pekerjaan proyek irigasi telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen dan diharapkan selesai sesuai kontrak pada akhir September 2026.
Wiwit Wijanarko mengungkapkan bahwa pelaksanaan fisik mulai dilakukan pada Maret 2026. Meski kontrak ditandatangani di bulan Januari, waktu tersebut lebih banyak difokuskan untuk sosialisasi dan persiapan sebelum pekerjaan dimulai.
"Pekerjaan di lapangan dimulai bulan Maret. Saat ini progresnya sudah sekitar 80 hingga 85 persen, dan kami yakin bisa selesai sesuai rencana pada akhir September nanti,"jelas Wiwit Wijarnarko dikutip pada Kamis 6 Agustus 2026.
Wiwit menambahkan, proyek tersebut melibatkan hampir 100 pekerja yang tersebar di berbagai lokasi. Pekerjaan mencakup rehabilitasi saluran irigasi sepanjang sekitar 3,7 kilometer, menggunakan beberapa jenis konstruksi, termasuk pasangan batu dan long storage.
‘’Semua material yang digunakan berasal dari Kabupaten Sambas. Pasir diperoleh dari Kartiasa, sedangkan batu, semen, dan material lainnya disuplai oleh toko bangunan lokal, termasuk salah satu pemasok terbesar, Toko Pak Aji,’’tambah Wiwit.
Lebih lanjut, Wiwit mengatakan, bahwa proyek yang didanai oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dilaksanakan sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Sebelum pekerjaan dilakukan, seluruh material telah melalui serangkaian pengujian, mulai dari kebutuhan batu, ketebalan pasangan, hingga spesifikasi teknis lainnya.
"Selama pelaksanaan proyek, kami terus diawasi. Ada konsultan pengawas yang selalu berada di lapangan dan pengawas dari Balai Wilayah Sungai yang memantau secara rutin setiap minggu. Jadi kualitas pekerjaan sangat diperhatikan,"lanjutnya.
Sementara itu, warga setempat Robi mengungkapkan dukungannya terhadap rehabilitasi saluran irigasi ini. Ia percaya bahwa proyek ini akan sangat membantu para petani dengan memperlancar aliran air dari Sungai Sambas melalui pintu air menuju lahan pertanian.