Asia Timur Memanas, Adik Kandung Kim Jong Un Blak-blakan Sengol Jepang: Korut Tidak Akan Pasif!

Adik kandung Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Kawasan Asia Timur tengah dilanda ketegangan setelah Korea Utara atau Korut melayangkan ancaman militer baru terhadap Jepang

img_title Bukan Sekadar Ancaman, IRGC Sebut Iran Kini Siap Mengubah Cara Berperang

Ketegangan ini mencuat setelah Jepang melakukan uji coba rudal jelajah Tomahawk (peluru kendali jarak jauh buatan Amerika Serikat). 

Tak hanya itu, Pyongyang juga menuding Tokyo tengah melakukan aliansi trilateral bersama Amerika Serikat. 

img_title Iran Makin Keras, AS Dihadapkan Pilihan Sulit: Negosiasi atau Perang Panjang?

Hal itu dinilai telah mengubah Jepang menjadi negara perang. Merespon hal tersebut, Kim Yo Jong adik kandung Pemimpin Teringgi Korut, Kim Jong Un langsung bereaksi.

Ia melontarkan kritik keras terhadap peningkatan kekuatan militer Jepang di kawasan Pasifik.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Kim Yo Jong menuding Jepang tengah berubah menjadi negara perang dan berpotensi mengancam stabilitas kawasan Asia Timur. 

Disitat dari kanal YouTube Kompas, dalam pernyataan resmi yang dirilis media pemerintah Korea Utara (KCNA), Kim Yo Jong menyebut Jepang sebagai negara penjahat perang yang mempercepat transformasinya menjadi negara perang.

"Jepang negara penjahat perang, mempercepat transformasinya menjadi negara perang," kata adik kandung Kim Jong Un tersebut.

Adik kandung Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong

Photo :
  • Istimewa

Pernyataan itu muncul sehari setelah Kementerian Pertahanan Jepang menegaskan pentingnya memperkuat kekuatan militer dengan rasa urgensi, dan krisis yang semakin meningkat. 

Jepang menilai, langkah tersebut diperlukan menyusul meningkatnya ancaman keamanan dari China, Rusia, dan Korut. 

Menanggapi langkah Tokyo, Kim Yo Jong menegaskan, bahwa Pyongyang tidak akan tinggal diam dan bahkan akan menyiapkan opsi militer tambahan.

Ia juga memastikan, bahwa Pyongyang tidak akan menjadi pengamat pasif terhadap evolusi militer Jepang yang dinilai dapat menimbulkan ancaman serius. 

"Kepemimpinan Pyongyang akan menyiapkan opsi militer tambahan yang jelas disebabkan oleh transformasi Jepang. Kami tidak akan pernah menjadi pengamat pasif terhadap revolusi militer Jepang yang dapat menimbulkan ancaman serius," tegas Kim Yo Jong.

Secara bertahap, Jepang memang mulai menggesar doktrin pasifis yang dianut sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua. 

Tokyo dilaporkan terus meningkatkan anggaran pertahanan, memperkuat fakta keamanan, serta mengerahkan peluncur rudal ke pulau-pulau terluarnya.

Masih dalam pernyataan resminya, Kim Yo Jong turut menyinggung sejumlah aksi militer terkini Tokyo, termasuk di antaranya uji tembak rudal jelajah jarak jauh  Tomahawk.

Halaman Selanjutnya
img_title