Stok Amunisi Terkuras Lawan Iran, Trump Ketar ketir, Potensi Konflik Terbuka dengan Rusia China dan Korut?

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Kondisi ini juga memicu kecemasan mendalam terkait kesiapan Washington jika harus menghadapi potensi konflik terbuka dengan rival utama lainnya seperti China, Rusia, maupun Korea Utara. Meski demikian, Pentagon bersama Gedung Putih menegaskan bahwa militer AS masih memiliki persediaan senjata yang cukup untuk mendukung berbagai operasi.

img_title Timur Tengah Membara! Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan UEA dengan Rudal

Pemerintahan Trump juga memastikan kapasitas produksi persenjataan akan ditingkatkan secara masif guna menjaga kesiapan tempur.

Di sisi lain, Iran justru terus menunjukkan taringnya. Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, Majid Ebn-e Reza, menyatakan bahwa proses produksi rudal dan pesawat nirawak (drone) mereka tetap berjalan tanpa henti.

img_title Babak Baru Perang Iran-AS, Infrastruktur Militer Amerika di Teluk Jadi Target

Bahkan, kapasitas pembuatan drone Iran diklaim meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelum perang, meski Teheran belum merinci jumlah unit pastinya.

"Gugurnya sejumlah komandan senior tidak memengaruhi kekuatan angkatan bersenjata," tegas Majid Ebn-e Reza.

img_title Pangkalan AS Dibidik dari Berbagai Arah, Iran Lancarkan Serangan Lintas Negara

Ia menambahkan bahwa militer Iran tetap mampu menjalankan operasi secara intensif dengan strategi yang semakin adaptif serta taktik yang terus berkembang.

Pernyataan senada ditegaskan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengungkapkan bahwa produksi rudal Iran justru melonjak pesat selama masa gencatan senjata.

Ia mengklaim tingkat akurasi rudal Iran semakin presisi berkat pengalaman tempur riil di lapangan.

Di tengah upaya kedua belah pihak memperkuat benteng pertahanan, peta kekuatan militer di Timur Tengah kini kian memanas dan terus menjadi sorotan dunia.