Tiga Target Sudah Dikunci, Iran Tiba-Tiba Urungkan Serangan, Ada Apa?

Potret ilustrasi serangan rudal Iran.
Sumber :
  • Gemini AI

Sebagian tokoh politik disebut mendorong aksi balasan, sedangkan kelompok lainnya memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan alasan Iran tidak akan memperoleh keuntungan strategis apabila membuka front konflik baru dengan Ukraina.

img_title Iran Bersiap Perang Panjang, AS Dikabarkan Buka Opsi Serangan Nuklir, Sinyal Pertempuran Paling Mengerikan?

Dalam kesempatan yang sama, Rezaei kembali menegaskan sikap keras Iran terkait keamanan jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz.

Ia menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz di luar jalur yang telah ditentukan oleh otoritas Iran.

img_title Biadab! Menteri Israel Usul untuk Membunuh Puluhan Warga Palestina Tiap Malam?

Mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu juga mengklaim pasukannya telah menimbulkan kerugian besar terhadap militer Amerika Serikat selama 17 hari terakhir melalui rangkaian serangan rudal dan drone.

Pemerintah Iran menegaskan tekanan politik maupun ancaman militer tidak akan mengubah sikap mereka dalam mempertahankan kepentingan strategis negara, termasuk menyangkut pengelolaan Selat Hormuz.

img_title Gawat! Iran Kini Bakal Lebih Ofensif Hadapi Ancaman Militer, AS-Israel Siap siap Dapat Kejutan ?

Rezaei juga memastikan Iran tidak memiliki rencana berunding dengan Amerika Serikat mengenai pengaturan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

"Sekarang tidak ada gencatan senjata, tetapi serangan kami memiliki arti. Misalnya, kami sama sekali tidak akan membiarkan koridor kedua terbuka di Selat Hormuz, bahkan jika mereka membawa kapal induk, kami akan menyerang kapal induk itu," tegasnya.

Ia kembali memperingatkan bahwa setiap tindakan militer terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang keras.

"Jika mereka membawa pasukan militer, kami akan menyerang mereka. Untuk saat ini kami mengancam kapal-kapal agar tidak datang. Untungnya, banyak kapal mendengarkan ancaman kami dan berbalik, dan kami tidak terlibat pertempuran," ujarnya.

"Tetapi beberapa kapal, yang jelas-jelas berada di bawah tekanan penuh dari Amerika datang. Yah, mereka mengalami beberapa kerusakan, dan kemudian mereka sendiri berbalik," sambungnya.

Menutup pernyataannya, Rezaei turut menanggapi klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut tengah menyiapkan operasi militer besar terhadap Iran.

"Saya mendengar bahwa kemarin tampaknya Pak Trump mengatakan kita memiliki operasi yang lebih besar daripada Perang Dunia II, yang dia maksudkan adalah hal yang sedang saya bicarakan. Ya, Anda sedang bermimpi Pak Trump. Anda berada dalam mimpi dan fantasi," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title