Pengakuan Saepull Tega Mutilasi Warga Depok: Susah Bawanya Bang

TKP korban mutilasi di kawasan Cipayung, Depok
Sumber :
  • Ahmad Fachry siap.viva.co.id

Siap – Kurang dari 24 jam, polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus dugaan mutilasi yang menewaskan seorang pria di Kota Depok, Jawa Barat. 

img_title Update Kasus Mutilasi di Depok, Polisi: Pelaku Penyuka Sesama Jenis

Korban diketahui bernama Kunaefi (51 tahun), karyawan swasta warga Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. 

Jasad pria malang itu ditemukan warga di dalam karung beras di kawasan Lapangan Tanah Merah, Cipayung pada Selasa, 4 Agustus 2026.

img_title Mayat dalam Karung Beras Hebohkan Depok, Polisi Temukan Fakta yang Bikin Merinding

Belakangan diketahui, pelakunya bernama Saepullah (26 tahun), warga Panimbang, Banten

Ia ditangkap polisi dalam pelariannya ke wilayah Pandeglang pada Rabu pagi, 5 Agustus 2026.

img_title Mengerikan, Begini Kondisi Mayat Korban Mutilasi di Depok

Dari tangan pelaku, polisi menemukan satu unit sepeda motor PCX hitam milik korban. 

Lalu satu buah HP merek Oppo Reno 5. Dua barang korban sempat dijual pelaku.

Adapun sisa uang penjualan HP dan motor korban sekira Rp1,6 juta.

Saat diintrogasi petugas, Saepullah mengaku sengaja memotong korban agar lebih mudah membuangnya. 

"Karena susah bawanya bang," katanya dalam video yang beredar di kalangan wartawan. 

Dengan nada melas, Saefullah juga mengaku, nekat menghabisi nyawa korbannya itu di dalam rumah kontrakan di kawasan Belimbing, Depok. 

Saepullah melakukan mutilasi dengan sebilah pisau yang ada di dapur. Ia mengaku melakukan semua aksinya seorang diri. 

Adapun jasad korban pemubunuhan ini ditemukan warga dengan kondisi luka robek dibagian leher, tanpa kepala dan kaki akibat mutilasi.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan, laporan mengenai penemuan jasad korban mutilasi ini diterima pihak kepolisian sekira pukul 16.00 WIB pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami menerima informasi sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya kami melakukan rangkaian penyelidikan, mulai dari olah TKP hingga meminta keterangan para saksi yang berada di lokasi," ujar Oka.

Selain mengamankan lokasi, polisi juga mengumpulkan barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani proses identifikasi dan autopsi.

Kasusnya dalam penyelidikan lebih lanjut Polda Metro Jaya.