Terungkap! Ini Penyebab AS Gagal Tundukan Iran Meski Sudah Berkali-kali Menyerang
- Gemini AI
Amerika Serikat masih menaruh banyak harapan pada platform perawak yang sangat mahal.
Sementara pola peperangan terus bergeser ke sistem tanpa awak. Perang Iran menjadi salah satu contohnya.
Rudal balistik, rudal jelajah, dan drone berbiaya jauh lebih rendah mampu memberikan tekanan besar terhadap pangkalan dan pertahanan AS di kawasan.
Potret ilustrasi kekuatan militer Iran di tengah konflik Timur Tengah.
- Gemini AI
O'Brien menilai, ke depan medan perang akan semakin didominasi oleh drone udara, drone laut, kendaraan darat tanpa awak, hingga sistem otonom berbasis kecerdasan buatan yang dapat mengidentifikasi, dan menyerang target dalam waktu singkat.
Pandangan serupa juga disampaikan analis militer The Atlantic.
Menurutnya, pelajaran yang selama ini dialami Rusia di Ukraina kini mulai dihadapi Amerika Serikat.
Drone murah tidak lagi menjadi ancaman kecil, justru memaksa negara-negara besar mengeluarkan biaya sangat besar untuk melindungi setiap pangkalan udara, dan setiap aset strategis mereka.
Itu sebabnya perang Iran bukan hanya soal siapa yang menembak lebih dahulu, tetapi juga siapa yang lebih cepat memahami bahwa wajah peperangan sudah berubah.
AS Gagal Paham
Ada satu kesalahan lain yang dinilai jauh lebih mahal bagi Amerika Serikat. Washington terlambat berubah.
Saat lawannya sudah berlari lebih dahulu, banyak analis menilai Amerika Serikat gagal mengambil pelajaran dari perang Ukraina.
Padahal selama bertahun-tahun Ukraina sudah membuktikan bahwa drone murah bisa dihadapi dengan teknologi yang jauh lebih hemat seperti laser dan tron pencekat berbasis AI.
Tapi investasi Washington justru masih berat ke sistem pertahanan konvensional.
Pesawat pencegat, patroli udara, peperangan elektronik hingga rudal mahal tetap menjadi tulang punggung pertahanan.
Masalahnya doktrin itu dikembangkan untuk menghadapi kekuatan besar seperti China, bukan serbuan drone murah dalam jumlah besar dari Teheran.
Akibatnya, ketika ribuan drone Syahid mulai memenuhi langit Timur Tengah, Amerika Serikat terpaksa menembakkan rudal pencegat bernilai jutaan dolar untuk menghancurkan target yang harganya hanya puluhan ribu dolar AS saja.
Menurut Pentagon, Iran meloncurkan lebih dari 2.000 drone hanya dalam hitungan beberapa hari.
Serangan itu menyasar pangkalan AS dan negara-negara sekutunya di kawasan.