Terungkap! Ini Penyebab AS Gagal Tundukan Iran Meski Sudah Berkali-kali Menyerang

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump soal Iran
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran hingga kini belum juga menunjukan tanda-tanda akan mereda.

img_title Bukan Sekadar Ancaman, IRGC Sebut Iran Kini Siap Mengubah Cara Berperang

Ketegangan antar dua negara tersebut membuat situasi di kawasan Teluk berada dalam zona siaga tempur. 

Lantas apa yang membuat Teheran begitu sulit ditaklukan Washington? Simak ulasan berikut ini.

img_title Iran Makin Keras, AS Dihadapkan Pilihan Sulit: Negosiasi atau Perang Panjang?

Disitat dari kanal YouTube Kompas, Amerika Serikat sudah mengerahkan jet tempur paling canggih, rudal jarak jauh hingga serangan berulang kali, namun nyatanya Iran belum juga berlutut. 

Bahkan sebaliknya, rudal Teheran terus meluncur.

img_title Trump Terjebak 'Skenario Horor' Iran? Maju Mati Kutu, Mundur Malu!

Drone-drone mereka juga berulang kali menekan pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. 

Bukan mereda, konflik justru semakin meluas, dan sulit dikendalikan.

Sejumlah analis menilai sekeras apapun gempuran dari udara tidak akan cukup untuk memaksa Teheran menyerah. 

Menurut mereka, Washington justru salah membaca karakter peperangan yang sedang dihadapi saat ini. 

Lantas di mana letak kelemahan strategi AS?

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Iran

Photo :
  • Istimewa

Para pengamat menyorot dua kekeliruan besar yang berhasil dieksploitasi oleh Republik Islam Iran.

Dua faktor ini disebut menjadi salah satu alasan mengapa tekanan militer Washington belum mampu memaksa Teheran menyerah. Berikut ulasannya.

Strategi Jet Tempur Dianggap Usang

Washington selama ini percaya keunggulan udara adalah kunci memenangkan peperangan. 

Jet tempur siluman bom presisi hingga rudel jarak jauh dianggap mampu mematahkan siapapun yang menjadi lawan.

Namun perang melawan Iran memunculkan pertanyaan baru. Apakah senjata paling mahal masih menjadi senjata paling efektif? 

The Atlantic menjawab dengan menyebut inilah letak kegagalan pertama Amerika.

Mereka mengulas mengapa doktrin militer AS dinilai tidak lagi sepenuhnya cocok menghadapi karakter perang modern.

Profesor Studi Strategis Universitas St. Andreas, Phillips Payson O'Brien mengangkat contoh dari hampir satu abad yang lalu. 

Pada era 1920-an, banyak perwira Amerika Serikat dan Inggris masih yakin rudal lebih penting daripada tank dan pesawat. 

Keyakinan itu runtuh saat Perang Dunia Kedua meledak. Tank dan pesawat justru mengubah wajah medan tempur. 

Menurut O'Brien, kesalahan yang hampir serupa resiko terkulang pada perang kali ini. 

Halaman Selanjutnya
img_title