Jenderal Perang Iran Sebut Ukraina Nyaris Diserang: Kami Sudah Kunci, tapi Mereka Lebih Dulu Minta Maaf
- Istimewa
Dalam kesempatan itu, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei juga melontarkan peringatan keras terkait keamanan jalur maritim internasional.
Ia menegaskan bahwa negaranya takan mengizinkan pelayaran apapun melalui Selat Hormuz di luar rute yang telah ditentukan oleh otoritas Teheran.
Mantan komandan IRGC itu mengklaim, militernya telah berhasil menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Amerika Serikat selama pertempuran 17 hari terakhir.
Rentetan serangan rudal dan drone Iran diklaim sukses menggagalkan sejumlah target militer AS di kawasan.
Eks Jenderal IRGC Sebut Trump Pemimpi
Pemerintah Republik Islam menegaskan, bahwa tekanan politik maupun ancaman tidak akan mengubah sikap mereka dalam menghadapi berbagai isu strategis, termasuk menyangkut keamanan Selat Hormuz.
Penolakan itu memperlihatkan bahwa hubungan kedua negara masih berada pada titik yang sangat sulit untuk dipulihkan.
Perwira militer senior dalam Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Mohsen Rezaei memastikan bahwa negaranya tak akan berunding dengan AS soal pengelolaan Selat Hormuz.
"Sekarang tidak ada gencatan senjata, tetapi serangan kami memiliki arti. Misalnya, kami sama sekali tidak akan membiarkan koridor kedua terbuka di Selat Hormuz, bahkan jika mereka membawa kapal induk, kami akan menyerang kapal induk itu," tegasnya.
Rezaei yang juga dikenal sebagai penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran itu memastikan, bahwa setiap agresi militer akan dibalas dengan balasan yang menyakitkan.
"Jika mereka membawa pasukan militer, kami akan menyerang mereka. Untuk saat ini kami mengancam kapal-kapal agar tidak datang. Untungnya, banyak kapal mendengarkan ancaman kami dan berbalik, dan kami tidak terlibat pertempuran," ujarnya.
Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei
- Istimewa
"Tetapi beberapa kapal, yang jelas-jelas berada di bawah tekanan penuh dari Amerika datang. Yah, mereka mengalami beberapa kerusakan, dan kemudian mereka sendiri berbalik," sambung dia.
Lebih lanjut Rezaei juga sempat menyinggung pernyataan Trump yang mengklaim tengah menyiapkan operasi besar untuk menyerang Republik Islam.
"Saya mendengar bahwa kemarin tampaknya Pak Trump mengatakan kita memiliki operasi yang lebih besar daripada Perang Dunia II, yang dia maksudkan adalah hal yang sedang saya bicarakan. Ya, Anda sedang bermimpi Pak Trump. Anda berada dalam mimpi dan fantasi," katanya.