Rektor Universitas Indonesia Ingatkan Tiga Hal pada Maba 2026, Mulai dari Pengetahuan hingga Kekuatan
- istimewa
Bima mendorong terciptanya budaya sinergi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan instansi pendidikan.
"Kita perlu membangun budaya sinergi dan kolaborasi, jadi jangan terpisah-pisah, supaya anak-anak ini terbiasa membangun jejaring," ujarnya.
Bima juga mengingatkan agar anak muda harus cinta Tanah Air agar nilai-nilai kebangsaan terus ditanamkan dan dilekatkan kuat pada diri para mahasiswa.
"Anak-anak ini perlu dikuatkan semangat kebangsaannya, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus betul-betul lekat dengan mereka karena itu yang merekatkan kita," ungkapnya.
Bima menuturkan, saat ini tantangan yang dihadapi anak muda makin berat karena mereka semakin cair dan membaur dengan dunia internasional.
Sehingga jika dilakukan penanaman nilai cinta Tanah Air dengan metode doktrinasi kebangsaan cara lama sudah tidak akan efektif lagi jika diterapkan pada generasi digital saat ini.
"Enggak bisa lagi model zaman saya dulu, penataran P4 tuh enggak bisa," tutur Bima.
Ia menambahkan bahwa pendekatan kebangsaan saat ini harus disesuaikan dengan pola pikir dan dinamika media sosial anak muda.
"Pasti harus dengan metode-metode yang sesuai dengan algoritma hari ini," pungkasnya.